Tangkapan layar file rekaman suara Gubernur Sumbar tentang PSBB. (Foto: Ist.)


Pariwara Pemprov Sumbar

Ini Dia Rincian Aturan PSBB Disampaikan Gubernur Sumbar

PADANG (SumbarFokus)

Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) telah diberlakukan di Sumatera Barat (Sumbar), mulai tanggal 22 April hingga 5 Mei 2020. Kebijakan PSBB ini ditetapkan karena Sumbar telah memenuhi kriteria sesuai Pasal 2 Permenkes No. 9 Tahun 2020, yang menguraikan bahwa untuk bisa ditetapkan PSBB di daerah tersebut apabila jumlah kasus dan/atau jumlah kematian akibat penyakit meningkat dan menyebar secara signifikan dan cepat ke beberapa wilayah, kemudian apabila terdapat kaitan epidemiologis dengan kejadian serupa di wilayah atau negara lain.

Untuk pelaksanaan PSBB di Sumbar, Gubernur telah menginstruksikan untuk masyarakat menjalankan beberapa aturan, demi masyarakat terlindungi dari wabah penyakit COVID-19 yang disebabkan oleh virus corona ini.

Dalam keterangan resmi yang diterima SumbarFokus, Rabu (22/4/2020), beberapa aturan dijelaskan agar dipatuhi oleh seluruh lapisan masyarakat yang ada di Sumbar.


“Sektor-sektor yang masih dapat beroperasi selama PSBB, dengan tetap menerapkan perilaku pencegahan penyebaran COVID-19 di antaranya adalah institusi pemerintah, BUMN, BUMD, sektor kesehatan, sektor bahan pangan, TNI-Polri, sektor energi, sektor teknologi dan komunikasi, sektor keuangan, sektor logistik, perhotelan, media, konstruksi, industri strategis, oelayanan dasar, utilitas publik dan industri yg ditetapkan sebagai objek vital,” Gubernur menerangkan poin pertama.

Kemudian, untuk pembatasan pada aktivitas institusi pendidikan, Gubernur mengatakan bahwa seluruh institusi pendidikan tutup sementara, dan kegiatan belajar mengajar dilakukan dari rumah.

Sementara, aktivitas kerja dilakukan melalui Work from Home.

“Jika tetap beroperasi, wajib menerapkan pembatasan fisik secara ketat dengan meniadakan rapat, pelonggaran jam kerja, dan penggunaan masker. Setiap orang dengan penyakit penyerta dan ibu hamil dilarlang beraktivitas di tempat kerja,” tambah Gubernur.

Selanjutnya, pembatasan dalam melakukan kegiataan keagamaan di rumah ibadah juga dilakukan, kegiataan keagamaan dipindahkan ke rumah, kecuali adzan dan penanda waktu ibadah lainnya. Para penanggungjawab rumah ibadah diwajibkan untuk memberi pengertian kepada jamaah agar tetap melakukan kegiatan keagamaan di rumah.

Masyarakat dilarang untuk melakukan kegiatan lebih dari lima orang di tempat atau fasilitas umum, kecuali pasar rakyat, swalayan, minimarket, toko kelontong, jasa laundry, dan toko bangunan.

Kita Peduli!

Poin selanjutnya, Gubernur menekankan bahwa pelaku usaha wajib mengutamakan pemesanan barang secara daring, dengan tidak menaikkan harga.

Bagi pelaku usaha yang bergerak di bidang restoran, rumah makan, dan kafe, hanya boleh melayani pembelian dengan cara dibungkus.

Untuk transportasi, jumlah penumpang kendaraan pribadi dan umum dibatasi yaitu hanya boleh 50 persen dari jumlah penumpang normal, dengan tak lupa menerapkan physical distancing, serta menggunakan masker. Untuk angkutan roda dua online hanya diperbolehkan untuk mengangkut barang, bukan penumpang.

“Kegiatan yang masih diperbolehkan seperti khitanan di faskes, pernikahan di KUA, pemakaman dan/atau takziah orang yang meninggal bukan karena COVID-19,” ujar Gubernur.

Selain itu, seluruh destinasi wisata, tempat karaoke, dan bioskop juga ditutup.

“Wajib menerapkan physical distancing, penggunaan masker, dan melakukan pola hidup bersih dan sehat,” sebut Gubernur.

Gubernur meminta, semua aturan yang disampaikan Pemerintah bisa dilaksanakan secara disiplin oleh masyarakat, demi keselamatan bersama.

“Dengan pelaksanaan PSSB, harapan kita semua dapat memutus mata rantai penyebaran COVID-19 di Sumbar,” harap Gubernur. (000/ Hms-Sumbar/Par)

 

Editor :  -

COPYRIGHT © SUMBARFOKUS 2021