Ilustrasi. (Foto: YEYEN)


Ekonomi

Inflasi Sumbar Utamanya Disumbang oleh Kelompok Transportasi, Jengkol dan Petai Juga Ambil Peran

PADANG (SumbarFokus)

Mei 2021, kelompok transportasi menyumbang inflasi sebesar 2.05 persen (mtm) terhadap inflasi Sumatera Barat (Sumbar), yang berarti andil sebesar 0,29 persen (mtm). Inflasi pada kelompok ini disebabkan oleh peningkatan tarif angkutan udara dan angkutan antar kota dengan sumbangan inflasi masing-masing sebesar 0,24 persen dan 0,02 persen (mtm).

Dijelaskan oleh Kepala Bank Indonesia (BI) Sumbar Wahyu Purnama A., melalui keterangan resminya, Kamis (3/6/2021), lenaikan tarif komoditas moda transportasi terjadi sejalan dengan pola musiman yakni mudik lebaran Idul Fitri 1442H. Mobilitas penumpang tercatat meningkat menjelang dan setelah Idul Fitri 1442H, masyarakat melakukan perjalanan mudik lebih awal dan balik lebih akhir untuk menghindari Pembatasan Perjalanan pada 6 – 17 Mei 2021.

Kemudian, inflasi juga disumbar oleh kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya, yang tercatat sebesar 0,86 persen (mtm), dan andil 0,05 persen (mtm). Inflasi pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya disebabkan oleh kenaikan harga komoditas emas perhiasan dengan nilai andil 0,04 persen (mtm). Emas perhiasan tercatat mengalami peningkatan harga yang didorong oleh kenaikan harga emas global akibat lonjakan kasus COVID-19 dan penerapan lockdown di beberapa negara. Peningkatan ketidakpastian ekonomi global akibat belum efektifnya vaksinasi COVID-19 mendorong perubahan preferensi investor untuk melakukan investasi pada instrumen safe haven seperti emas.


Sementara, inflasi lebih lanjut tertahan oleh deflasi pada kelompok makanan, minuman dan tembakau yang tercatat deflasi sebesar -0,60 persen (mtm) dan andil -0,18% (mtm). Deflasi pada kelompok ini disumbang oleh penurunan harga komoditas pangan terutama cabai merah, ikan cakalang/ikan sisik, ikan tongkol/ikan ambu-ambu, cabai hijau dan bawang merah dengan andil deflasi masing-masing sebesar -0,33 persen; -0,04 persen; -0,02 persen; -0,01 persen;      -0,01 persen (mtm).

Penurunan harga komoditas cabai merah didorong oleh melimpahnya pasokan cabai lokal dengan adanya panen raya di wilayah Sumbar serta kecukupan pasokan cabai merah Jawa yang juga masuk panen raya. Di sisi lain, ikan gembolo/ikan aso-aso dan ikan tongkol/ikan ambu-ambu tercatat mengalami penurunan harga didukung oleh kecukupan pasokan dan permintaan yang stabil di masyarakat. Kondisi cuaca yang lebih baik juga mendukung kegiatan nelayan untuk melakukan aktivitas melaut. Komoditas cabai hijau pada Mei 2021 turut menyumbang deflasi yang didukung oleh kecukupan pasokan di masyarakat, sementara bawang merah mengalami penurunan harga di tengah panen raya yang terjadi di sentra produksi Sumbar pada periode akhir April – Mei 2021.

Sleanjutnya, komoditas jengkol dan petai tercatat memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,05% dan 0,03% (mtm). Kenaikan harga komoditas jengkol dan petai terutama disebabkan oleh peningkatan permintaan pada hari raya Idul Fitri mengingat dua komoditas tersebut merupakan komoditas pangan yang banyak digunakan dan disukai oleh masyarakat Sumbar.

Alami inflasi rendah

Dijelaskan oleh Wahyu, untuk Mei, Sumbar tercatat mengalami inflasi yang rendah.

Berdasarkan Berita Resmi Statistik yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS), perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK) umum di Sumatera Barat pada Mei 2021 tercatat mengalami inflasi sebesar 0,19 persen, month to month, atau meningkat dibandingkan realisasi April 2021 yang mengalami deflasi sebesar -0,01%, month to month,” ujarnya.

Kita Peduli!

Secara spasial, pada Mei 2021 Kota Padang mengalami inflasi sebesar 0,19 persen (mtm) meningkat dibandingkan realisasi bulan sebelumnya yang mengalami deflasi sebesar -0,05 persen (mtm). Realisasi inflasi Kota Padang menjadikannya sebagai kota dengan nilai inflasi tertinggi ke-14 dari total 20 kota di Sumatera yang mengalami inflasi, serta menjadi peringkat ke-57 inflasi tertinggi dari 78 kota yang mengalami inflasi di Indonesia. Sementara itu, Kota Bukittinggi pada Mei 2021 mengalami inflasi sebesar 0,26 persen (mtm) meningkat dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 0,19 persen (mtm). Inflasi Kota Bukittinggi menjadikannya sebagai kota dengan nilai inflasi tertinggi ke-delapan dari 20 kota yang mengalami inflasi di Kawasan Sumatera. Sementara, secara nasional, Kota Bukittinggi menjadi kota dengan inflasi tertinggi ke-42 dari 78 kota yang mengalami inflasi.

Secara, tahunan inflasi Mei 2021 tercatat sebesar 1,74 persen (yoy), menurun jika dibandingkan dengan realisasi April 2021 yang sebesar 2,19 persen (yoy). Sementara itu, secara tahun berjalan s.d Mei 2021 inflasi Sumatera Barat tercatat sebesar 0,24 persen (ytd) meningkat dibandingkan realisasi April 2021 yang inflasi sebesar 0,05 persen (ytd). Realisasi inflasi tahun berjalan pada Mei 2021 tercatat lebih rendah dibandingkan realisasi inflasi tahun berjalan Mei 2020 sebesar 0,60 persen (ytd). (000)

Editor :  -

COPYRIGHT © SUMBARFOKUS 2021