Sekretaris Umum PP-PDSKJI dr. Agung Frijanto, Sp.KJ, usai temu media di Kemenkes, Jakarta Selatan, Senin (7/10/2019). (Foto: Ist.)


Nasional

Indonesia Kekurangan Dokter Spesialis Kejiwaan

Jakarta (SumbarFokus) 

Sekretaris Umum Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PP-PDSKJI) dr. Agung Frijanto, Sp.KJ, menyatakan bahwa Indonesia mengalami kekurangan tenaga kedokteran yang fokus menangani masalah kesehatan jiwa. Padahal, dibutuhkan pelayanan kesehatan jiwa di tingkat primer seperti puskesmas.

"Kita sedang melakukan 'update' tahun ini terkait jumlah dokter ahli kesehatan jiwa. Mungkin saat ini sudah mencapai sekitar 1.000 dokter di Indonesia untuk menangani 250 juta penduduk Indonesia. Rata-rata satu orang banding 250 ribu," katanya dalam temu media yang digagas Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI di Jakarta Selatan dalam rangka Hari Kesehatan Jiwa Sedunia 2019 yang jatuh pada 10 Oktober 2019, Senin (7/10/2019).

Menurut angka PP-PDSKJI, total terdapat 987 orang dokter spesialis kesehatan jiwa dengan penyebaran 676 orang atau 69,94 persen berada di Pulau Jawa dan 311 orang atau sekitar 31,51 persen berada di luar Jawa.


Kenyataan tersebut, katanya, bertolak belakang dengan kebutuhan pelayanan psikiatri di tingkat primer seperti puskemas, karena masalah kejiwaan menunjukkan tren peningkatan.

Menurut data nasional Badan Litbangkes Kemenkes menunjukkan masalah kesehatan jiwa pada 2018 dibandingkan 2013 di mana hasil survei dari Sistem Registrasi Sampel (SRS) pada 2016 terjadi 1.800 kematian karena bunuh diri atau lima kematian per hari.

Karena masih diperlukan banyak ahli kesehatan jiwa, ujar Agung Frijanto, maka PDSKJI sebagai ikatan profesi dokter kejiwaan akan membantu membantu kapabilitas dokter untuk melakukan upaya preventif dasar.

"Jadi kita lakukan peningkatan kapasitas untuk teman-teman dokter umum yang tentunya di layanan kesehatan primer dan teman-teman praktisi kesehatan jiwa lainnya seperti psikologi klinis, okupansi terapis kemudian tenaga ahli yang terkait kesehatan jiwa," kata Agung Frijanto yang juga dokter spesialis kedokteran jiwa di salah satu rumah sakit Islam di Jakarta itu. (001)

Editor :  -

COPYRIGHT © SUMBARFOKUS 2018




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *