Menkes RI Nila Djuwita F Moeloek saat ditemui awak media, Senin (15/4/2019) di Padang. (Foto: Wahyu)


Gaya Hidup

Indeks Keluarga Sehat Sumbar 16 Persen, Laki-laki Dinilai Berusia Pendek

PADANG (SumbarFokus)

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mengungkapkan data per tahun 2018, Indeks Keluarga Sehat (IKS) di Sumatera Barat (Sumbar) masih rendah, yakni hanya 16 persen.

Data tersebut dari hasil penghitungan melalui program Indonesia Sehat dengan pendekatan keluarga. Meskipun begitu, angka tersebut dikatakan masih bersifat dinamis, dan belum menyeluruh.

Hal ini disampaikan oleh Menteri Kesehatan RI Nila Djuwita F Moeloek dalam acara Rapat Koordinasi Program Kesehatan Masyarakat Daerah (Rakorkesda) se-Sumbar, Senin (15/4/2019) di Padang.


"Secara nasional, IKS Indonesia 18 persen. Tapi datanya belum menyeluruh, sebab ada beberapa provinsi IKS-nya mencapai lebih dari 50 persen, seperti Jawa Timur," terang Nila.

Dikatakannya, bahkan di Surabaya dalam beberapa tahun terakhir, melalui program Indonesia Sehat mulai ada kecenderungan. Misalnya, orang yang sakit menjadi sehat, dan sebaliknya orang sehat menjadi tambah sehat.

Meskipun masih bersifat dinamis, dan masih diperdebatkan, data ini perlu disampaikan. Tujuannya, memberikan dorongan kepada pemerintah dan masyarakat Sumbar, untuk terus mempraktikkan pola hidup sehat.

"Kita terus mendorong pemerintah daerah kabupaten dan kota di Sumbar, agar menjalankan hidup sehat bagi masyarakat," ujarnya.

Selain IKS, ia juga mengungkapkan Angka Harapan Hidup (AHH) bagi laki-laki termasuk rendah, yakni rata-rata hanya 66 tahun. Jumlah ini jauh di bawah AHH perempuan yang bisa mencapai hingga 72 tahun.

"Angka ini menandakan laki-laki Sumbar kemungkinan usia yang lebih pendek, atau laki-laki lebih cepat mati dibanding perempuan," jelas Nila.

Kita Peduli!

Kondisi ini ditandai dengan banyaknya laki-laki yang mulai sakit-sakitan di usai 60 tahun. Banyaknya angka kematian laki-laki ini 76 persen dikarenakan penyakit paru-paru. Sementara, kematian perempuan kebanyakan disebabkan kanker serviks dan kanker payudara.

"Laki-laki di Sumbar umumnya perokok, yakni sebagai salah satu penyebab paru-paru," Menkes RI.

Menurut Nila, banyak hal yang menyebabkan pendeknya usia laki-laki di Sumbar. Mulai dari gaya hidup, dan pola makan yang tidak sehat. Apalagi, masakan di Sumbar banyak mengandung kolesterol, seperti randang, gulai, dan makanan berlemak lainnya.

Selain itu, dalam Rakorkesda bertemakan Kolaborasi Pusat dan Daerah dalam Penguatan Pelayanan Kesehatan Menuju Kesehatan Semesta tersebut, juga disebutkan kurang olahraga dan tingginya stres termasuk pemicu kematian laki-laki di Sumbar.

"Sayang kan, 60 tahun audah sakit-sakitan, padahal masih usia produktif. Jadi kalau ingin usia panjang, harus dimulai pola hidup sehat," sebutnya.

Nila juga mengatakan, saat ini masyarakat Sumbar, satu orang memiliki minimal satu penyakit. Secara tidak sadar, rokok termasuk pembunuh paling menakutkan. (005)

Editor :  -

COPYRIGHT © SUMBARFOKUS 2020