Wakil Ketua DPRD Kota Padang Wahyu Iramana Putera pimpin pertemuan dengan LPPI. (Foto: Ist.)


Pariwara DPRD Kota Padang

In Depth Interview, DPRD Padang Bahas Bank Nagari dengan LPPI

PADANG (SumbarFokus)

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Padang, baru-baru ini, membahas tentang Bank Nagari dengan Lembaga Pengembangan Perbanan Indonesia (LPPI) dalam temu koordinasi secara In Depth Interview. Pembahasan tentang Bank Nagari tersebut terkait opsi Spin Off atau konversi unit usaha syariah PT. Bank Pembangunan Daerah tersebut.

Dalam agenda In Depth Interview Komisi II DPRD Kota Padang dengan LPPI ini juga dibahas perihal perbankan dan hal-hal lain terkait. Wakil Ketua DPRD Kota Padang, Wahyu Iramana Putra, yang juga koordinator Komisi II DPRD Kota Padang, memimpin langsung pertemuan dengan LPPI yang juga dihadiri oleh perwakilan berbagai stake holder.

Dari pertemuan tersebut, diketahui bahwa Bank Nagari masih menunggu diberi rekomendasi oleh LPPI. LPPI sendiri menyatakan menerima semua masukan yang diberikan oleh DPRD Kota Padang, yang kemudian akan dibawa LPPI ke dalam rapat perencanaan ke depan, untuk selanjutnya diwujudkan rekomendasi bagi Bank Nagari apakah perlu melakukan konversi seluruh unit menjadi syariah atau melakukan spin off unit-unit di Bank Nagari.


Teks Foto: Peserta In Depth Interview menyimak jalannya diskusi dengan serius. (Foto: Ist.)

Divre Perencanaan Bank Nagari Mohiddin Sadar menyatakan, apabila Bank Nagari memiliki keuntungannya sebesar Rp2,5 triliun maka Bank Nagari bisa Spin Off.

“Saat ini, BJB hampir Rp100 triliun dan menjadi salah satu yang terbaik di Indonesia,” ungkapnya.

Pelayanan Bank Nagari disorot juga oleh DPRD Kota Padang. Wakil Ketua DPRD Kota Padang menegaskan, kinerja Bank Nagari harus ditingkatkan secara profesional. DPRD memandang, dalam beberapa hal, Bank Nagari masih lemah. Dicontohkan, stok uang di ATM Bank Nagari sering mengalami kekosongan.

Selain itu, Bank Nagari diberi saran untuk merangkul 19 kabupaten dan kota se-Sumbar untuk penyertaan modal. Penyertaan modal yang diterapkan bisa dalam format multiyear, misalnya Rp100 miliar untuk lima tahun anggaran.

Kita Peduli!

Dijelaskan oleh Wahyu, terkait profesionalisme perusahaan daerah, keberadaan perusahaan daerah dijelaskan dalam Pasal 5 UU 5/1962 tentang Perusahaan Daerah, yang disebutkan di dalamnya bahwa Perusahaan Daerah adalah suatu kesatuan produksi yang bersifat memberi jasa, menyelenggarakan kemanfaatan umum, dan memupuk pendapatan.

Tujuan Perusahaan Daerah ialah untuk turut serta melaksanakan pembangunan Daerah khususnya dan pembangunan ekonomi nasional umumnya dalam rangka ekonomi terpimpin untuk memenuhi kebutuhan rakyat dengan mengutamakan industrialisasi dan ketentraman serta kesenangan kerja dalam perusahaan, menuju masyarakat yang adil dan makmur.

Ditambahkan, Perusahaan Daerah bergerak dalam lapangan yang sesuai dengan urusan rumah tangganya menurut peraturan-peraturan yang mengatur pokok-pokok Pemerintahan Daerah.

Cabang-cabang produksi yang penting bagi daerah dan yang menguasai hajat hidup orang banyak di daerah yang bersangkutan diusahakan oleh Perusahaan Daerah yang modalnya untuk seluruhnya merupakan kekayaan daerah yang dipisahkan.

Selain UU tersebut diatas, Pasal 174 UU 32/2004 tentang Pemerintahan Daerah menyatakan dalam hal APBD diperkirakan surplus dapat digunakan untuk penyertaan modal (investasi daerah) dan Pasal 177 UU 32/2004 menyatakan Pemerintah Daerah dapat memiliki BUMD yang pembentukan, penggabungan, pelepasan kepemilikan, dan/atau pembubarannya ditetapkan dengan Perda yang berpedoman pada peraturan perundang-undangan.

Dikatakan, Pemda dapat melakukan penyertaan modal atau melakukan investasi atau membentuk BUMD, sesuai dengan tujuan masing-masing.

“Sementara, Pasal 3 Permendagri 52/2012 tentang Pedoman Pengelolaan Investasi Pemerintah Daerah menyatakan bahwa Investasi pemerintah daerah bertujuan untuk meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan perekonomian daerah, meningkatkan pendapatan daerah, dan  meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tutur Wahyu.

 (000)

 

Editor :  -

COPYRIGHT © SUMBARFOKUS 2020