Seorang warga menebar bibit ikan cupang untuk memberantas penyakit demam berdarah dengue (DBD). (ist)



Ikan Cupang Bisa Memberantas DBD

PADANG (SumbarFokus)

Selain meggunakan metode menguras, mengubur, menutup (3M) untuk mengurangi populasi jentik nyamuk aedes aegypti yang menjadi penyebab penyakit demam berdarah dengue (DBD), ternyata memelihara ikan cupang juga dapat membantu dalam menurunkan jumlah populasi jentik nyamuk tersebut.

Menurut peneliti biologi dari Jurusan Pendidikan Biologi STKIP PGRI Sumatera Barat (Sumbar), Fachrul Reza, M.Si, ikan cupang, sebagai predator alami dari jentik nyamuk, dapat memangsa jentik nyamuk yang ada secara efektif.

Ia mengatakan, berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, dari seratus ekor jentik nyamuk terdapat lima puluh satu ekor jentik nyamuk yang dimakan oleh ikan cupang selama tiga puluh menit.


“Hal ini cukup efektif untuk pencegahan bertambahnya populasi jentik nyamuk,” kata Fachrul Reza, Kamis (2/8/2018).

Untuk itu, dia menyarankan pemanfaatkan ikan cupang, khususnya di Sumbar, untuk memberantas penyakit seperti demam berdarah dengue (DBD) perlu lebih dimaksimalkan.
Menurutnya, pemerintah daerah dapat memulainya dengan sosialisasi dan promosi kepada masyarakat secara sederhana. Misalnya menyarankan memasukkan ikan cupang ke dalam genangan air yang ada di sekitar tempat tinggal.

"Makanan ikan cupang antara lain jentik nyamuk, cacing mikro dan kutu air yang sering menjadi vektor penyakit," kata dia.

Fachrul Reza mengatakan, ikan cupang dapat hidup di kondisi air apapun dengan kecenderungan potensial Hidrogen (pH) rendah.

“Pada wadah atau air yang tergenang tersebut biasanya terdapat banyak jentik nyamuk atau cacing mikro yang akan dimakan habis oleh ikan,” katanya.

Ia mengatakan dalam pemberantasan jentik nyamuk aedes aegypti menggunakan ikan cupang, yang perlu diperhatikan adalah umurnya. Sebab, umur berpengaruh pada kemampuannya dalam memangsa jentik nyamuk.

Kita Peduli!

Berdasarkan penelitian, kara dia, ikan cupang yang berumur 5 bulan lebih banyak memakan jentik nyamuk daripada yang berumur 3 bulan.

Selain itu, katanya, ikan cupang berumur 5 bulan, dalam waktu tiga puluh menit mampu memakan 51 ekor ekor jentik nyamuk aedes aegypti, sedangkan ikan cupang berumur 3 bulan hanya mampu memakan 43 ekor saja.

Persoalannya sekarang, kata Fachrul Reza, mau tidak pemerintah daerah membudidayakan ikan cupang yang harganya Rp2.000 hingga Rp3.000 per ekor tersebut. (002)

Editor :  -

COPYRIGHT © SUMBARFOKUS 2021