Pengungsi Wamena tiba di Hanggar Lanud Silas Papare, Jayapura, Kamis (3/10/2019). (Foto: Ist.)


Peristiwa

Hercules TNI-AU Sudah Evakuasi 9.078 Pengungsi dari Wamena

WAMENA (SumbarFokus)

Tercatat 9.078 pengungsi dievakuasi dari Wamena menggunakan pesawat hercules milik TNI AU.

"Mabes TNI AU saat ini menggerahkan tiga pesawat," kata Dan Lanud Silas Papare Jayapura Marsekal Pertama TNI Tri Bowo, Jumat (4/10/2019).

Dia mengatakan, tiga pesawat hercules yang dioperasionalkan itu satu di antaranya dikhususkan untuk mengambil bantuan dari daerah lainnya seperti dari Biak.


Untuk mengangkut pengungsi digunakan dua pesawat hercules dari Jayapura ke Wamena dan sebaliknya. Sedangkan pengungsi yang diangkut ke kampung halamannya di Sulawesi dan Jawa sebanyak 373 orang, kata Marsma TNI Tri Bowo.

Ketika ditanya tentang dimana pengungsi ditampung, Dan Lanud Silas Papare mengaku, selain di instalasi militer dan rumah ibadah, mereka ditampung di berbagai lokasi termasuk oleh keluarga dan panguyuban .

“Penampungan pengungsi tersebar bahkan sampai ke Kota Jayapura yang berjarak sekitar 40 KM dari Sentani,” jelas Marsma TNI Triwibawa.

Kondisi Wamena Mulai Kondusif, Mensos Imbau Warga Tidak Eksodus

Sementara itu, Menteri Sosial (Mensos) Agus Gumiwang Kartasasmita mengimbau warga tidak eksodus meninggalkan Wamena karena kondisi keamanan saat ini mulai kondusif pasca-kerusuhan di daerah tersebut.

"Saya mengimbau tidak perlu eksodus karena keamanan sudah semakin kondusif," kata Mensos usai melantik pejabat eselon I Kementerian Sosial di Jakarta, Jumat (4/10/2019).

Menurut Agus saat ini suasana semakin kondusif dan ke depan adanya suatu komitmen dari aparat keamanan untuk menciptakan suasana kondusif di seluruh tanah Papua.

"Memang masih ada beberapa warga yang masih khawatir, masih merasa takut dan saya kira itu sangat manusiawi," tambah dia.

Agus mengatakan, Papua masih membutuhkan sumberdaya manusia yang handal sehingga ekonomi di daerah itu bisa kembali pulih yang akan berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

"Mari kita bersama-sama siapapun itu semua pihak lepas dari latar belakang apapun kita punya komitmen untuk sama-sama membangun tanah Papua," katanya.

Pemerintah Pusat juga akan mendampingi dan juga terus akan memberikan pelayanan agar keamanan dan keselamatan warga bisa terjaga.

Kementerian Sosial telah mengirimkan bantuan senilai Rp3,8 miliar untuk penanganan dampak kerusuhan di Wamena berupa logistik, usaha ekonomi produktif dan juga santunan ahli waris.

Kemensos juga memperkuat program layanan dukungan sosial dengan mengirimkan tim untuk melakukan penyembuhan trauma warga yang terdampak khususnya yang ada di pengungsian.

Setelah kerusuhan terjadi di Wamena pada 23 September 2019, ribuan warga pendatang meninggalkan Wamena dan juga Papua ke kampung halaman masing-masing. (001)

Editor :  -

COPYRIGHT © SUMBARFOKUS 2018




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *