Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Payakumbuh Bakhrizal. (Foto: Ist.)


Peristiwa

Hasil Tes Usap Masal di Payakumbuh, Diketahui 9 Guru Positif COVID-19

PAYAKUMBUH (SumbarFokus)

Sembilan tambahan kasus COVID-19 baru terjadi di Kota Payakumbuh, Minggu (23/9/2020), yang seluruhnya merupakan tenaga pengajar. Disebutkan oleh Kepala Dinas Kesehatan (DKK) Payakumbuh Bakhrizal bahwa dari sembilan tersebut, tiga di antaranya pasien yang beralamat di Kabupaten Lima Puluh Kota, Kabupaten Tanah Datar, dan Kabupaten Agam.

"Namun, yang bertiga ini seluruhnya mengajar di Kota Payakumbuh. Didapati dari pelaksanaan tes usap massal yang kami laksanakan beberapa waktu laku," terangnya.

Kesembilan orang guru yang positif COVID-19 ini adalah dua orang guru dari SMK 1 Payakumbuh RM (59) warga Parit Rantang, Payakumbuh Barat dan S (59) beralamat di Parambahan Baso, Agam, yang merupakan guru SMK 1 Payakumbuh. Penyebab dan kontak dari keduanya sampai saat ini belum diketahui.


Selanjutnya tiga orang guru SMA 3 Payakumbuh, yakni AN(56), YF (32) dan MK (60) yang kontak dengan kasus sebelumnya yang juga berasal dari sekolah yang sama. Pasien MK merupakan warga Kabupaten Limapuluh Kota.

Setelah itu, ada dua guru SMA Muchtar, yakni VA (23) warga Limbukan, Payakumbuh Selatan dan MD (25) guru SMA Muchtar yang beralamat di Rambatan, Kabupaten Tanah Datar. Sampai saat ini penyebab dan kontak dari keduanya belum diketahui.

"Untuk dua orang lainnya, yakni RN (38) mengajar di SD 42, warga Payobasung, Payakumbuh Timur dan GY (53) guru SMA 4, warga Payakumbuh Barat yang kontak dengan kasus sebelumnya berinisial M," kata dia.

Selain itu, juga ditemui satu kasus positif COVID-19, berinisial MRH bertempat tinggal di Padang Sikabu. Pasien baru pindah ke Kota Payakumbuh. Seluruh pasien yang diumumkan saat ini, akan dilakukan isolasi di Baso. Namun, sebut Bakhrizal, pihaknya juga akan melakukan pengecekan lanjutan kepada seluruhnya.

Terkait masih banyaknya penyebab dan kontak yang tidak diketahui, Dinas Kesehatan Kota akan melakukan pelacakan lebih mendalam.

"Jadi, kalau dilihat saat ini, berarti masih banyak OTG kita yang berkeliaran. Makanya harus dilakukan pelacakan yang lebih mendalam," ujarnya.

Kita Peduli!

Bakhrizal juga menekankan agar masyarakat untuk kembali meningkatkan kewaspadaan dengan menaati protokol kesehatan. Sebab, gelombang kedua kali ini, jumlah pasien positif telah melebihi dari pada gelombang pertama sebelumnya. (002)
 

Editor :  -

COPYRIGHT © SUMBARFOKUS 2020




      payakumbuhsumbar