Gubernur Sumbar Irwan Prayitno dan Walikota Bukittinggi Ramlan Nurmatias, saat berada di area rumah ibadah dalam kondisi penerapan kenormalan baru di Kota Bukittinggi, Selasa (2/6/2020). (Foto: Ist.)


Pemerintahan

Hari Kedua Kenormalan Baru di Bukittinggi, Konkret Protokol COVID-19 Diterapkan

BUKITTINGGI (SumbarFokus)

Diharapkan jadi percontoh bagi 18 kabupaten dan kota yang ada di Sumatera Barat (Sumbar), Kota Bukittinggi telah menerapkan kenormalan baru hari kedua di hari ini, Selasa (2/6/2020). Saat Gubernur Sumbar Irwan Prayitno berkunjung langsung ke daerah tersebut, langkah konkret terlihat telah dilakukan oleh pemerintah setempat.

Sejumlah lokasi dikunjungi Gubernur, antaralain Masjid Al Muklisin Manggih, Pasar Banto, area wisata Jam Gadang, dan Panorama, Selasa, (2/6/2020). Dalam kesempatan itu, Gubernur juga didampingi sang istri, yang juga anggota Komisi VI DPR RI, Nevi Zuariana, Walikota Bukittinggi Ramlan Nurmatias, Wakil Walikota Irwandi, dan pimpinan OPD Pemprov Sumbar dan Kota Bukittinggi. Rombongan langsung meninjau kesiapan protap dan fasilitas antisipasi COVID-19, seperti, tempat cuci tangan dan pemeriksaan dengan thermo gun di Panorama.

"Setelah dua hari berjalannya new normalm Pemerintah Kota Bukittinggi menyatakan telah menerapkan langkah konkret dengan tetap menerapkan protokol kesehatan, seperti pengaturan pembukaan objek wisata, pasar dan hotel, serta rumah makan dan pelaksanaan ibadah," ujar Irwan.


Melihat kondisi yang kondusif dalam penerapan kenormalan baru di Bukittinggi tersebut, Gubernur memberi apresiasi kepada Walikota Bukittinggi, yang telah menyiapkan kondisi ini. Tempat wisata dibuka, sehingga ekonomi kembali bisa berkembang, restauran dan perdagangan berjalan kembali, namun tetap berpedoman dengan protokol COVID-19, sehingga tetap bisa produktif aman dari wabah.

"Insyaallah Bukittinggi ini menjadi contoh bagi Kota dan Kabupaten lainnya. Besok Kita rapat lagi dengan Kota dan Kabupaten untuk menentukan pada 8 Juni apakah siap 18 Kota dan Kabupaten menghadapi new normal atau ada yang masih belum," ungkap Gubernur.

Disebutkan, dari 18 kabupaten dan kota yang ada, sudah ada yang ingin untuk menerapkan new normal, namun masih menunggu untuk bersama dengan kota kabupaten lainya hingga 7Juni, sambil melakukan persiapan menuju new normal.

Daerah yang sudah mendaftar untuk sistem ini adalah Pesisir Selatan, Padang Panjang, dan beberapa daerah yang sudah tidak ada lagi kasus positif COVID-19 seperti Pariaman, Pasaman Barat, dan Pasaman Timur, yang semuanya sudah nihil.

“Daerah tersebut hanya menunggu new normal pada tanggal 8 Juni 2020,” sebut Gubernur.

Suasana pasar di Bukittinggi, dinilai Gubernur, sudah sesuai dengan protokol COVID-19, seperti memperluas tempat berjualan, dan kalau padat dilonggarkan dengan konsep jaga jarak.

Kita Peduli!

“Kita tidak melarang orang berdagang di pasar, dan tidak melarang orang belanja, tetapi mengingatkan orang yang melanggar protokol COVID-19," sebut Gubernur.

Dalam kesempatan itu, Walikota Bukittinggi Ramlan Nurmatias juga menyampaikan terimakasih kepada Gubernur, yang telah melihat langsung kondisi Pasar Banto Kota Bukittinggi dalam pelaksanaan new normal.

Menurut Walikota, pihaknya akan konsisten menjaga ini.

"Dalam pasar akan dijaga oleh Satpam, dan penjual serta pembeli diwajibkan pakai masker agar kebiasaan ini terus dilakukan. Masyarakat paham memakai masker. Karena pasar ini menjual kebutuhan harian, yang selalu akan dikunjungi dan selalu akan ramai, untuk itu perlu Kita atur," sebut Ramlan. (000)

Editor :  -

COPYRIGHT © SUMBARFOKUS 2020