Gubernur membahas mengenai karakteristik Sumbar dengan Jaringan Pimred Sumbar, Kamis (13/2/2020). (Foto: Ist.)


Lain-lain

Gubernur Sumbar Wanti-wanti, Calon Pemimpin Daerah Harus Punya Kapasitas selain Elektabilitas

PADANG (SumbarFokus)

Tidak cukup bisa meraih suara yang banyak saat pemilihan, seorang calon kepala daerah juga harus punya kapasitas yang baik untuk bisa membangun di daerahnya.

“Kapasitas dan elektabilitas adalah dua hal yang beda. Yang terpilih adalah yang punya elektabilitas, tapi belum tentu punya kapasitas. Idealnya digabung. Yang punya elektabilitas harusnya juga punya kapasitas,” begitu sebut Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Irwan Prayitno, dalam kesempatan sowan Jaringan Pimred Sumbar (JPS) ke kediaman resminya, Kamis (13/2/2020).

Tak menutup mata, Gubernur akui bahwa tidak seluruh bupati dan walikota di Sumbar terbilang sukses membangun daerah. Kondisi ini, konsekuensinya, masyarakat bisa menghukum.


Incumbent yang seperti itu bisa tidak terpilih lagi,” ujar Gubernur.

Ditegaskan, untuk membangun satu daerah memang tidak mudah. Terutama Sumbar, dalam hal ini, tidak serta merta kemajuan itu menghampiri.  Apalagi mengingat, Sumbar punya ciri khas.

“Jika para calon pemimpin Sumbar tidak memahami ciri khas tersebut, maka akan susah,” tegas dia.

Disebutkan, Sumbar terbilang unik secara geografis. Daerah ini tidak termasuk area pantai Timur Sumatera, tidak dilewati jalur internasional, banyak hutan lebat, banyak pergunungan, tidak sedikit perbukitan, untuk lahan pertanian cenderung diolah manual bukan mekanikal, sering terjadi banjir bandang, dan sering terjadi longsor juga besarnya potensi bencana alam lainnya.

“”Tempat kita seperti itu. Kita punya tambang, tapi banyak hutan. Tapi kita punya potensi besar untuk energi terbarukan. Namun, dalam hal ini, ada saja yang mendemo, padahal sudah ramah lingkungan. Kita sudah menjaga hutan,” sebut Gubernur.

Tak hanya kendala geografis yang jadi permasalahan sekaligus ciri khas Sumbar, secara demografis Sumbar juga unik.

“Orang Minang punya karakter tertentu. ... Orang Minang mana mau jadi buruh, Karena itu ga ada industri di sini, yang padat karya,” imbuh Irwan.

Tak sungkan, Irwan mencontohkan pengerjaan tol di Pekanbaru, yang menunjukkan betapa kendala demografis jadi satu hal penting yang bisa menentukan dalam pembangunan di Sumbar.

“Contoh tol, Pekanbaru sudah jalan, Kita masih merangkak. Tanah ulayat jadi salah satu masalah,” ujarnya.

Kembali ditegaskan, terkait kapasitas calon pemimpin di Sumbar, Irwan memastikan bahwa karakter unik Sumbar ini perlu dipahami agar para kepala daerah sukses memajukan daerahnya di berbagai bidang.

Terkait masukan dari Gubernur Sumbar ini, Koordinator JPS Heri Sugiarto menyebutkan bahwa masukan yang diberikan orang nomor satu di Ranah Minang tersebut akan menjadi bahan penting, terutama dalam JPS berupaya untuk berperan dalam pembangunan Sumbar sesuai bidangnya, pers.

“Kami ingin berperan. Siapapun pemimpin ke depan, sudah tau Sumbar itu seperti apa, sehingga mereka tahu apa yang mereka lakukan,” sebut Heri.

JPS, ditambahkan, akan melakukan roadshow FGD dengan tokoh-tokoh Sumbar nasional, yang diharapkan bisa memberi masukan-masukan berarti untuk para pemimpin Sumbar ke depan.

 

Pariwisata bisa bantu tingkatkan perekonomian

Dalam diskusi yang berlangsung penuh keakraban tersebut, Gubernur menyampaikan bahwa memajukan pariwisata di Sumbar bisa jadi salah satu solusi bagi kemajuan pembangunan Sumbar.  Menurut dia, pariwisata dan UMKM merupakan dua hal yang berkaitan yang bisa diperkuat untuk kemajuan Sumbar.

“Kita lihat data BPS. Daerah yang angka kemiskinannya rendah, pariwisata berkembang. Misalnya Bali,” sebut Irwan.

Apalagi, menurut dia, Sumbar punya potensi luar biasa untuk menarik wisatawan, seperti makanan yang enak-enak dan pemandangan alam yang sangat indah. Ditambahkan, penggerak perekonomian di Sumbar sekarang ini justeru pariwisata.

Potensi-potensi yang ada perlu dikembangkan, dan permasalahan yang jadi penghalang harus dicari jalan keluarnya. Menurut Irwan, sudah tidak zamannya lagi masyarakat Sumbar anti dengan kehadiran para wisatawan ataupun investor dari negara lain.  (003)

 

Editor :  -

COPYRIGHT © SUMBARFOKUS 2018




      sumbar