Gubernur Irwan Prayitno memukul gong dalam membuka secara resmi PAGD di Padang, Selasa (30/10/2018). (Foto: Wahyu)



Gubernur Sumbar Minta Mutu Pelayanan dan Edukasi Gizi Ditingkatkan

PADANG (SumbarFokus)

Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Irwan Prayitno menyebutkan bahwa persoalan kesehatan terus berkembang, seperti masalah gizi buruk dan obesitas. Apabila Sumber Daya Manusia (SDM) bidang kesehatan tidak ditingkatkan maka akan menghambat pelayanan kesehatan.

“Terkait masalah gizi ini belum sepenuhnya dipahami atau dimengerti oleh masyarakat kita, jadi sangat perlu peran aktif ahli gizi terkait asupan gizi dan makanan sehat lainnya,”  kata Irwan pada SumbarFokus.

Saat membuka Pelatihan Asupan Gizi dan Deidetik (PAGD) di Padang, Selasa (30/10/2018), Irwan pun mengingatkan bahwa kehadiran ahli gizi di tengah-tengah masyarakat sangat penting, baik untuk sosialisasi, pelatihan, edukasi pola makan, dan memberi dukungan kepada penderita kurang gizi.


Ia pun mengatakan, apabila hal ini dilakukan persoalan kurang gizi, stunting, dan obesitas bisa berangsur diatasi.

“Saya sangat mengapresi PAGD ini sebagai persiapan penanggulangan masalah gizi di Sumbar, sehingga tidak ada lagi masyarakat kurang gizi, atau stunting seperti di Pasaman Barat. Sebab bangsa yang kuat karena gizi yang sehat,” paparnya.

Sementara Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Asosiasi Dietisien Indonesia (AsDi) Meranti Gutawa Wiraja tidak menampik bahwa secara nasional persoalan gizi masyarakat Indonesia masih perlu dilakukan peningkatan pelayanan.

Ia mengakui persoalan gizi merupakan salah satu tanggung jawab tenaga kesehatan terutama yang berkecimpung di bidang ahli gizi. Namun dikatakannya, persoalan gizi ini juga bukan sepenuhnya ditangani oleh tenaga kesehatan.

“PAGD ini sebagai persiapan untuk meningkatkan mutu pelayanan rumah sakit terkait persoalan gizi, tapi bukan semata-mata tanggung jawab ahli gizi. Semua elemen masyarakat juga harus ikut berperan untuk menanganinya,” kata Meranti dihadapan 457 orang dari berbagai latar belakang bidang kesehatan yang hadir.

Meranti menyebutkan PAGD sebagai bentuk upaya yang dilakukan Persatuan Ahli Gisi (Oersagi) dan Asosiasi Diestisien Indonesia (AsDI) dalam menyiapkan SDM ke depannya. Salah satunya untuk memberikan pelayanan asuhan gizi dengan proses lebih optimal sesuai standar prosedur asuhan berstandar nasional.

Kita Peduli!

“Kurangnya gizi itu akibat pelemahan dan kurangnya metabolisme tubuh, jadi terkait ini bidang kesehatan terutama ahli gizi harus bisa memberikan edukasi terkait pemenuhan gizi kepada masyarakat, termasuk terapi gizi secara maksimal,” katanya dalam acara PAGD yang berlangsung 30 Oktober – 2 November 2018 mendatang itu. (005)

Editor :  -

COPYRIGHT © SUMBARFOKUS 2020