Gubenur Sumbar, Irwan Prayitno saat membuka Pertemuan Bakohumas di Aula Kantor Gubernur Sumbar, Senin (20/8/2018). (Foto: Wahyu)



Gubernur Sumbar Minta Humas Saring Sebelum Sharing

PADANG (SumbarFokus)

Gubenur Sumatera Barat (Sumbar), Irwan Prayitno menginginkan Bagian Hubungan Masyarakat (Humas) pemerintahan daerah dalam memberikan informasi tidak boleh secara berlebihan, atau melebih-lebihkan sesuatu dengan kesan pencitraan. Apalagi sampai melegalkan cara apapun demi mengangkat nama intansi atau lembaga tertentu.

Maka dari itu, ia menegaskan agar Humas atau pengelola media massa membiasakan saring sebelum di sharing. Harapan itu disampaikannya dalam pertemuan Badan Koordinasi Humas (Bakohumas) Kabupaten/Kota, Instansi Provinsi dan Lembaga Vertikal di Sumbar, di Aula Kantor Gubernur Sumbar, Senin (20/8/2018).

Ia menegaskan, pengelola media di lembaga atau instansi pemerintahan, yakni Bagian Hubungan Masyarakat, harus menyebarluaskan informasi positif untuk masyarakat luas.


Humas kata dia, merupakan corong atau ujung tombak dari pemerintah atau Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk memberikan informasi pembangunan, dan kebijakan lainnya. Selain itu, bagian humas juga harus bisa bersosialiasi dengan masyarakat luas.

“Humas itu harus proaktif untuk memberikan informasi, tapi setiap informasi yang disebarkan harus benar dan bisa dipertanggungjawabkan, bukan hoax,” kata Irwan.

Selain itu, kata dia, Bagian Humas harus bermental baja, serta informasi yang diberikan harus benar dan bisa dipertanggungjawabkan.

Kemudian gubernur Sumbar ini juga mengimbau, agar wartawan yang bekerja di media massa juga harus profesional. Pasalnya, bahwa saat ini seseorang terlalu mudah menjadi wartawan dan mendirikan media, terutama media online.

“Bagian humas harus tahan kritik, namun jangan sampai menyebar hoax, begitu pula bagi wartawan. Sebab hoax itu ancaman keberagaman di tanah air untuk memecah-belah bangsa, terutama melaui media sosial,” tegasnya.

Pernyataan senada juga dikatakan Ketua Dewan Pers, Yosep Adi Prasetyo, bahwa peran humas sangat penting untuk menepis informasi hoax. Ia juga menyarankan agar humas tidak bekerjasama dengan media abal-abal.

“Peran humas sangat vital, terutama untuk berantisipasi agar tidak terjerat dengan media abal-abal, sebab media bahkan wartawan abal-abal suka melakukan tindakan pemerasan,” ujarnya.

Ia menyebutkan di Indonesia, saat ini ada sekitar 47 ribu media massa. Dengan rincian mencapai 2.500 media cetak, 44.300 media online, 600 media televisi dan sekitar 400 untuk media radio. Sebagian masih banyak belum terverifikasi di dewan pers,” paparnya.

Sementara, Kepala Biro Humas Setdaprov Sumbar, Jasmanrizal telah mengambil langkah untuk menertibkan banyaknya media abal-abal tersebut dengan Peraturan Gubenur (Pergub) Nomor 30 Tahun 2016, tentang penyebarluasan informasi penyelengaraan pemerintah di lingkungan Pemprov Sumbar.

“Pergub ini, untuk media massa yang ingin bekerjasama dengan Pemprov Sumbar, media itu harus terverfikasi administrasi di Dewan Pers, Pimrednya harus sudah wartawan utama, jelas kantornya, tidak didanai asing, dan ada perwakilan wartawannya di media center pemprov,” tutupnya. (005)

 

Editor :  -

COPYRIGHT © SUMBARFOKUS 2018




      padangsumbar