Gubernur Sumbar Irwan Prayitno menyerahkan SPPK KUR di Pusat Pengembangan SDM Regional Bukittinggi Baso Kabupaten Agam, Rabu (17/10/2018). (Ist)


Ekonomi

Gubernur Sumbar Harapkan Perbankan Tidak Persulit KUR Petani

AGAM (SumbarFokus)

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) sektor pertanian merupakan lapangan kerja terbesar di Provinsi Sumatera Barat (Sumbar). Sektor pertanian juga dinilai sumber pendapatan terbesar Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) hingga mencapai 23 persen di Sumbar.

Pernyataan itu dikatakan Gubernur Sumbar Irwan Prayitno saat meluncurkan Pengembangan Kawasan Inklusi Keuangan Terpadu (PKIKT) kedua, yang digagas Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersinergi dengan 22 Nagari Pangan Mandiri di Kabupaten Agam, Sumbar, Rabu (17/10/2018).

Sesuai itu pula, Irwan meminta pihak perbankan agar memberikan kemudahan dalam membantu petani, terutama membantu permodalan petani dalam bentuk penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) tanpa mempersulit.


"Jangan persulit petani yang ingin mendapatkan dana KUR atau pinjaman lainnya untuk modal mengembangkan sektor pertanian. Tolong bantu petani," kata Irwan saat itu.

Ia juga mengharapkan dengan adanya program pengembangan nagari pangan yang dijembatani OJK ini bisa memfasilitasi kebutuhan petani agar diberikan kemudahan masuk ke dunia perbankan terutama dana KUR.

"Tentu ini dapat menghidupkan ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan usaha ekonomi mikro dan memanfatkan lahan kosong untuk pengembangan komoditi," ujarnya.

Menurutnya, pihak perbankan harus membantu petani agar terlepas dari jeratan rentenir. Pasalnya, bunga atas pinjaman yang diberikan rentenir dinilai sangat besar hingga mencapai 600 persen dibandingkan dana KUR yang hanya 7 persen.

"Jangan sampai hanya meminjam Rp5 juta prosesnya berhari-hari seperti pinjaman ratusan juta. Akhirnya petani terbelenggu kepada rentenir karena proses peminjamannya lebih mudah, sehingga akhirnya memberatkan petani,” ungkap Irwan.

Ia mengatakan, bagi daerah agraris, sektor pertanian sangat besar peranannya dalam peningkatan perekonomian. Sebab itu pula kata Irwan, mustahil pemerintah daerah yang ingin mensejahterahkan rakyat tetapi tidak peduli kepada petani.

Kita Peduli!

Sementara itu Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sumbar Darwisman mengatakan, untuk tahun 2018 ini KUR di Sumbar mencapai Rp4,45 triliun. Pihaknya optimis hingga akhir tahun realisasinya target tersebut bisa dicapai.

Dirincinya, BRI punya target Rp2,2 triliun dan sudah terealisasi Rp1,9 triliun. Kemudian Bank Nagari targetnya Rp1,1 triliun dengan realisasi Rp700 miliar, sedangkan BNI sudah melampaui target yakni Rp925 miliar dan yang terealisasi Rp956 miliar, terakhir Bank Mandiri terget Rp790 miliar terealisasi Rp748 miliar.

"Kami juga berharap agar di tahun 2019 jumlah KUR yang diberikan pusat lebih meningkat, agar masyarakat yang bisa dibantu pun lebih banyak," pungkas Darwisman. (005)

Editor :  -

COPYRIGHT © SUMBARFOKUS 2021