Gubernur Irwan Prayitno akan berdiskusi terlebih dahulu dengan Wakil Gubernur Nasrul Abit untuk mengevaluasi kinerja pejabatnya. (Foto: Istimewa)



Gubernur Sumbar Akan Pecat Pejabat Eselon II Berkinerja Pas-pasan

PADANG (SumbarFokus)

Kinerja berskala 62-70 dari skala 100 di jajaran pejabat eselon II, di mata Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Irwan Prayitno dinilai masih pas-pasan. Gubernur menegaskan keinginannya agar skala kinerja lebih maksimal setidaknya mencapai angka 90. Jika tidak, dirinya segera lakukan pergantian terhadap pejabat yang bersangkutan.

Ini disampaikan Irwan usai melantik Drs Ifrah Mpd sebagai Kepala Biro Bina Mental dan Kesra Setdaprov Sumbar, Selasa (5/6).

Evaluasi kinerja sendiri dilakukan Gubernur setelah berkomunikasi dengan Wakil Gubernur Nasrul Abit.


Secara bertahap pejabat eselon II yang kinerjanya pas-pasan akan digantikan oleh pejabat eselon III yang berpotensi, meskipun belum mencapai masa pensiun.

Irwan mengataan, ketentuan seperti ini merupakan kebijakan baru, seteah selama tujuh tahun pemerintahannya, pergantian pejabat eselon II di Sumbar hanya dilakukan karena pensiun atau ada temuan inspektorat.

Kinerja pas-pasan, disebut Irwan, seringkali dipertahankan oleh pejabat yang bersangkutan hingga pensiun, asalhkan tidak ada temuan inspektorat. Seolah pejabat yang bersagkutan telah memasuki zona aman saat menduduki jabatan, tidak ada peningkatan kinerja yang luar biasa.

"Ke depan, saya akan beri kesempatan bagi pejabat eselon III potensial untuk bisa naik jabatan. Konsekuensinya akan ada pejabat eselon II yang diberhentikan," kata Gubernur.

Menurut dia, saat ini banyak pejabat eselon III berusia potensial yang bisa mencapai eselon II. Mereka tidak bisa naik jabatan ke eselon II jika tidak ada pejabat yang pensiun. Hal itu sangat disayangkan, karena pejabat eselon III itu diyakini bisa meningkatkan akselerasi kinerja pemerintahan hingga maksimal.

Dijelaskan, Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 11 tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil juga menjadi dasar pemikiran.

Kita Peduli!

Aturan itu menyebutkan promosi pejabat eselon III ke eselon II hanya bisa dilakukan sebelum usia 56 tahun. (002)


 

 

 

 

Editor :  -

COPYRIGHT © SUMBARFOKUS 2020




      sumbar