Rapat Koordinasi (Rakor) Pengawasan Penanaman Modal di Padang, Jumat (30/4/2021). (Foto: M. SHIDDIQ PUTRA)


Lain-lain

Gubernur Mahyeldi Sebut Potensi Kekayaan Alam Sumbar Cocok untuk Penanaman Modal

PADANG (SumbarFokus)

Potensi kekayaan alam Sumatera Barat (Sumbar) sangat cocok dilirik untuk penanaman modal. Salah satu potensi itu adalah peternakan, contohnya peternakan sapi. Ini disampaikan oleh Gubernur Sumbar Mahyeldi, saat Rapat Koordinasi (Rakor) Pengawasan Penanaman Modal di Padang, Jumat (30/4/2021).

Menurut Mahyeldi, Sumbar sudah memiliki teknologi pakan, seperti yang didukung kampus Peternakan Unand, misalnya. Teknologi mampu menghasilkan pakan dengan fermentasi, yang dengan pakan sapi ini harga daging di pasar menjadi semakin terjangkau.

"Kita punya budidaya peternakan. Dua ribu hektare di Pasaman, di Payakumbuh juga. Di kebun sawit juga bisa budidaya sapi. Rumah potong sapi kita bertaraf internasional, yang didukung dari Spanyol, di Payakumbuh. Tinggal sekarang kita investasi untuk indukannya. Contohnya kita juga bekerjasama dengan Transmart yang ada di Sumatera untuk mengisi daging asli lokal, sekarang kita sedang mengondisikannya," terang Mahyeldi dalam kegiatan tersebut.


Dicontohkan juga, saking besarnya potensi peternakan di Sumbar, saat terjadi musibah di Nusa Tenggara Timur (NTT) Sumbar menyumbangkan 1,5 ton rendang daging hasil olahan.

Diakui, pihaknya juga telah melakukan diskusi dengan Komandan Lantamal mengenai potensi bahari. Diketahui, dengan potensi bahasi yang ada, akses menuju pulau-pulau di Sumbar bisa dikembangkan.

"Kita Sumbar akan mencoba untuk percepatan dalam investasi, termasuk dalam Perda investasi dan merujuk kepada Undang-undang Cipta Kerja. Alhamdulilah, untuk lima tahun ke depan kita fokus untuk pertanian," tuturnya.

Dengan fokus pada pertanian tersebut, dikemukakan, pihaknya telah menyediakan lahan untuk food estate seluas ribuan hektare. Lahan itu berada di Pasaman, Padang Pariaman, dan Solok Selatan.

 “Kita di Sumatera Barat memang butuh investasi. Banyak peluang untuk investasi. Dengan hadirnya (perwakilan) dari Kementerian Investasi hari ini, mudah-mudahan akan memberikan masukan untuk kita dalam percepatan investasi di Sumbar," sebutnya.

Acara rakor sendiri juga dihadiri oleh Deputi Bidang Koordinasi Investasi dan Pertambangan/Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Republik Indonesia Septian Hario Seto, Asisten Deputi Strategi dan Kebijakan Percepatan Investasi Ferry Akbar Pasaribu, serta Perwakilan dari Rektor Universitas Andalas (Unand). (018)

Kita Peduli!

 

Editor :  -

COPYRIGHT © SUMBARFOKUS 2020




      sumbar