Direktur Darurat Penanggulangan BNPB Medi Harlianto saat ditemui di Padang, Selasa (19/3/2019). (Foto: Wahyu)


Bencana

Gempa Akibat Megathrust Mentawai Dipastikan Potensial Terjadi

PADANG (SumbarFokus)

Ancaman gempa bumi bahkan tsunami akibat Megathrust Mentawai dipastikan potensial menghoyak Sumatera Barat (Sumbar). Hanya saja sampai saat ini belum bisa diprediksikan waktunya secara pasti. 

Pernyataan itu disampaikan oleh Direktur Darurat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Medi Harlianto, saat Rapat Teknis Perbaikan BNPB  yang melibatkan TNI, Polri, goverment, serta 11 kabupaten dan kota, Sumbar di Padang, Selasa (19/3/2019).

"Sumbar potensi gempa sangat nyata ancamannya, karena ini hasil kajian dan bukti-bukti sebelumnya sudah ada. Tapi waktunya belum tahu, entah hari ini, besok, atau tahun depan," kata Medi.


Dalam kegiatan yang bertemakan "Komitmen dan Kebijakan Strategis Pemerintah Daerah dalam Antisipasi" itu, Medi menyampaikan gempa bumi merupakan peristiwa alam, yang pasti akan terjadi berulang. Hal ini telah dibuktikan dengan gempa di Padang tahun 2009, dan gempa Palu 2018.

"Kedua gempa itu, sebelumnya sudah pernah diprediksi sejak terjadi gempa puluhan tahun yang lalu. Akibat terlalu lengah, dan kita tidak siap, jadi banyak makan korban," jelasnya.

Agar tidak terulang kembali kejadian banyaknya korban berjatuhan saat gempat terjadi, ia mengingatkan semua pihak tetap selalu waspada. Upaya ini bisa dilakukan dengan terus-menerus memberi edukasi kepada masyarakat. Misalnya edukasi mitigasi bencana, pelatihan prabencana, penanggulangan pascbencana, pelatihan tanggap darurat dan pemulihan.

Selain itu, setiap pengambil kebijakan harus saling berkolaborasi dalam memberi peringatan ataupun edukasi positif kepada masyarakat. Baik dari pihak pemerintah daerah atau pusat, TNI, Polri, lembaga kerelawanan, hingga media massa, agar masyarakat siap menghadapi bencana.

"Bencana datang tiba-tiba tanpa bisa diprediksi secara pasti, tapi kita terus-menerus harus melakukan edukasi. Jadi apabila bencana datang, masyarakat benar-benar siap menyelamatkan diri," terang Medi.

Sementara, Sekdaprov Sumbar Alwis menyebutkan bahwa rapat teknis ini hendaknya bisa mencari jalan keluar, untuk memperkecil risiko kerusakan dan korban, ketika terjadi bencana. Hal ini karena ia menyadari, bencana datang tanpa bisa diprediksi dan tidak bisa dihindari.

Kita Peduli!

Apalagi adanya isu megathrust Mentawai, yang sudah berada pada tahap pelepasan. Maka untuk menghadapai segala kemungkinan dampak yang akan terjadi, semua pihak harus saling bersinergi. Salah satunya melakukan persiapan dalam upaya memperkecil dampak atau risiko.

"Kita harus menghadapi bencana ini sama-sama. Jadi perlu belajar dan kerjasama ke semua pihak, baik terkait edukasi, serta regulasi dalam penanggulangan bencana yang akan datang," ujar Alwis. (005

Editor :  -

COPYRIGHT © SUMBARFOKUS 2020