Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno melantik sebanyak 83 kepala SMA, SMK, dan SLB di Auditorium Gubernur Sumbar, di Padang, Jumat (4/12/2019). (Foto: Wahyu)


Pendidikan

Gagal Tingkatkan Kualitas Lulusan, Kepala Sekolah Diminta Mundur

PADANG (SumbarFokus) - Sebanyak 83 kepala SMA, SMK, dan SLB baru saja dilantik oleh Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Irwan Prayitno pada tahap ketiga yang dinilai berkompetensi, di Auditorium Gubernur Sumbar, di Padang, Jumat (4/12/2019).

Dalam sambutannya, Gubernur Sumbar menekankan pentingnya kinerja dalam melahirkan tamatan dan pendidikan yang berkualitas. Jika setelah setahun berjalan tidak ada peningkatan kualitas, malah justru dinilai kualitas sekolahnya menurun, kepala sekolah yang bersangkutan akan diberi sanksi hingga mengundurkan diri.

"Nanti kepala sekolah yang dilantik hari ini, jika enam bulan ke depan tidak ada kemajuan akan dievaluasi. Setelah setahun tidak berubah, kualitas pendidikan menurun, lebih baik mundur," tegas Irwan di hadapan 83 kepala sekolah yang dilantik.

Dikatakan Irwan, adapun penilaian dalam evaluasi keberhasilan kepala sekolah, yakni bukan hanya kualitas pendidikan, dan keberhasilan manajerial pengelolaan sekolah, tetapi juga dilihat dari mutu lulusan. Salah satunya semakin banyaknya lulusan SMA yang mampu menembus Perguruan Tinggi Negeri (PTN), dan semakin kreatifnya lulusan SMK dalam berkarya serta mampu bersaing di dunia kerja.


"Jika lulusan SMA semakin sedikit masuk di PTN, dan lulusan SMK semakin banyak yang menganggur, berarti kepala sekolah gagal, dan mundur saja," sebut alumni Psikologi Universitas Indonesia ini.

Pendiri Yayasan Pendidikan Adzkia ini memaparkan, kepala sekolah bertanggungjawab atas keberhasilan atau kualitas siswa di sekolahnya. Sebab menurutnya, kualitas lulusan juga sangat ditentukan oleh lingkungan yang diciptakan kepala sekolah. Apalagi ia menilai, bahwa tidak ada siswa yang bodoh, dan bahkan semua siswa berpotensi menjadi pintar.

Selain itu ia menegaskan bahwa jika ada kepala sekolah yang meminta ditempatkan di daerah tertentu, atau tidak sanggup ditempatkan di daerah tertentu, ia juga meminta mengundurkan diri segera. Namun bagi kepala sekolah yang sanggup di daerah terpencil atau terisolir, dan bahkan berhasil dalam memimpin sekolah yang diamanahkan, akan diberi reward sesuai kinerjanya.

"Tamatan yang berkualitas itu tanggungjawab kepala sekolah. Jadi jangan pikirkan tempat bertugas, tapi yang penting jalani amanah dengan serius tanpa banyak menuntut, sebab jabatan itu amanah kepercayaan, bukan hak," ujarnya.

Terakhir ia menyampaikan, semua kepala SMA, SMK, dan SLB yang dilantik sudah melalui prosedur yang berlaku. Salah satunya melalui tes yang dinilai dengan pendekatan kompetensi. Bahkan dikatakannya, tidak ada toleransi bagi kandidat yang tidak lulus tes sesuai standar yang telah ditentukan.

"Bahkan yang dilantik juga tidak ada hasil sogokan. Jika ada, maka langsung diberhentikan. Sebab, jika hulunya sudah kotor pasti hilirnya nanti juga lebih kotor, sehingga menghasilkan pendidikan yang tidak berkualitas," pungkas Irwan. (005)

Kita Peduli!

Editor :  -

COPYRIGHT © SUMBARFOKUS 2021