Anggota FPI Sumbar mulai terjun langsung ke lokasi banjir di Nagari Muaro Paneh Kabupaten Solok, serta menyalurkan 7 ton bantuan dan sejumlah uang tunai, Senin (10/9/2018). (Ist)



FPI Bantu Korban Banjir di Kabupaten Solok

AROSUKA (SumbarFokus)

Dawan Pimpinan Wilayah Front Pembela Islam (DPW FPI) Kota Bukittinggi, Sumatera Barat (Sumbar) memberikan bantuan pada korban banjir bandang yang melanda Nagari Muaro Paneh dan Nagari Kinari di Kecamatan Bukit Sundi, Kabupaten Solok, Sumbar yang terjadi pada Kamis malam (6/9/2018).

Bantuan itu berupa berupa pakaian, makanan, alat-alat dapur atau perlatan rumah tangga, dan perlatan sekolah.  

“Selain perlatan dapur, kami juga menyalurkan uang tunai dari berbagai donasi yang ada di Sumbar,” sebut Ketua DPW FPI Bukittinggi, Khairul Azmee di depan Kantor Wali Nagari Muaro Paneh, Senin (10/9/2018).


Selain memberikan bantuan FPI juga mendirikan posko pengaduan bantuan 24 jam sampai keadaan di kedua nagari di Kabupaten Solok membaik kembali.

“Diperkirakan untuk membersihkan sisa banjir di Nagari Muaro Paneh dan Nagari Kinari akan memakan waktu sebulan. Untuk itu kita mendirikan posko pengaduan bantuan 24 jam sampai keadaan membaik kembali,” katanya.

Ia mengatakan, anggota DPW FPI Bukittingi yang datang berjumlah delapan orang, nanti juga menyusul sekitar 20 orang dari FPI Padang, Tanah Datar, Jambi, dan Riau yang akan bergabung membersihkan sisa banjir tersebut.

Sebelumnya banjir bandang melanda tiga nagari di Kecamatan Bukit Sundi, Kabupaten Solok, Kamis malam (6/9/2018).

Dalam peristiwa ini dua orang meninggal, satu orang dirawat di rumah sakit, serta sembilan rumah rusak parah.

“Hujan malam itu sangat lebat, dan Sungai Batang Lembang meluap. Sebanyak dua orang meninggal karena shok, satu orang bayi dirawat rumah sakit umum,” ujar Walinagari Muaro Paneh, Ferry Effendi di Kantor Walinagari Muaro Paneh Solok, Senin (10/9/2018).

Kita Peduli!

Ia mengatakan, banjir bandang kali ini merupakan banjir yang terparah dibanding dari tahun-tahun sebelumnya.

Dikatakannya, akibat banjir bandang ini masyarakat di nagari itu mengalami kerugian berupa alat rumah tangga, alat elektronik, dan alat-alat sekolah.

“Banjir bandang ini akibat luapan Sungai Batang Lembang. Akibatnya 85 persen alat-alat rumah tangga dan perlatan sekolah tidak bisa diselamatkan,” sebutnya.

Ia menambahkan banjir bandang di Nagari Muaro Paneh ini terjadi di empat jorong, dengan total dampak 1.689 jiwa atau 412 KK. Adapun rinciannya, di Jorong Kaciak 118 KK dengan 437 jiwa, Jorong Koto Panjang 148 KK dengan 608 jiwa, Jorong Balai Pinang 103 KK dengan 387 jiwa, dan Jorong Galagah Tanah Kuning 42 KK atau 112 jiwa. (005)

 

Editor :  -

COPYRIGHT © SUMBARFOKUS 2020