Ilustrasi. (Foto: Ist.)


Ekonomi

Ekspor Sumbar Alami Kenaikan di Oktober

PADANG (SumbarFokus)

Ekspor Sumatera Barat (Sumbar) pada Oktober 2020 mencapai 130,07 juta dolar Amerika Serikat (AS) atau mengalami kenaikan dibandingkan bulan sebelumnya 5,66 persen. Data ini dicatat oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Sumbar.

"Pada September 2020 ekspor Sumbar mencapai 123,10 juta dolar AS, Oktober naik menjadi 130,07 juta dolar AS," ungkap Kepala BPS Sumbar Pitono di Padang, Selasa (1/12/2020).

Dirincikan, pada Oktober 2020 golongan barang yang paling banyak diekspor adalah lemak dan minyak hewan/nabati sebesar 104,03 juta dolar AS, dan golongan karet serta barang dari karet 15,80 juta dolar AS.


Negara tujuan terbesar ekspor Sumbar pada Oktober 2020 adalah Tiongkok 31,95 juta dolar AS dan India 28,62 juta dolar AS.

Selama periode Januari-Oktober 2020 ekspor ke India memberikan peran terbesar mencapai 25,34 persen.

Sementara pada Oktober 2020 nilai impor Sumbar mencapai 13,87 juta dolas AS atau turun 40,69 persen dibandingkan September 2020 yang mencapai 23,39 juta dolar AS.

Golongan paling banyak diimpor pada Oktober 2020 adalah bahan bakar mineral 10,57 juta dolar AS, dan garam, belerang dan kapur 1,88 juta dolar AS.

Sejalan dengan itu Karantina Pertanian Padang mencatat permohonan fasilitasi ekspor komoditas pertanian unggulan Sumatera Barat yaitu manggis, karet, kulit kayu manis, cangkang sawit, bungkil sawit dan produk turunan kelapa mengalami peningkatan signifikan pada Januari hingga September 2020 mencapai 432,57 juta ton.

"Berdasarkan data pada sistem perkarantinaan, IQFAST Karantina Pertanian Padang tercatat fasilitasi ekspor komoditas dengan nilai ekonomis Rp1,65 triliun atau meningkat 53,1 persen dibanding periode sama pada 2019," kata Kepala Karantina Pertanian Padang Iswan Haryanto.

Kita Peduli!

Ia menyebutkan pada periode yang sama di 2019 nilai komoditas ekspor hanya 282,47 juta ton dengan perolehan nilai ekonomi Rp1,46 triliun.

“Peningkatan terjadi berkat gencarnya gerakan tiga kali lipat ekspor produk pertanian yang digagas Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menggairahkan potensi agribisnis di tengah masa pandemi sehingga ekspor komoditas pertanian unggulan Sumbar meningkat,” kata dia.

Menurut Iswan dalam mendukung gratieks Karantina Pertanian Padang melakukan percepatan pelayanan tindakan karantina dan juga secara rutin memberikan bimbingan teknis pemenuhan persyaratan sanitari dan fitosanitari, sesuai yang dipersyaratkan negara tujuan ekspor.

Lebih lanjut, Iswan memaparkan keberhasilan meningkatkan komoditas ekspor pertanian tidak terlepas dari dukungan pemerintah daerah yang baik, juga kerja sama petani serta pelaku usaha yang sinergis, sehingga produk berkualitas dan pasar terus berkelanjutan. (002)

Editor :  -

COPYRIGHT © SUMBARFOKUS 2020




      sumbar