Petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pariaman sedang melakukan pemungutan sampah yang dilakukan setiap pagi mulai jam 05.30 Wib. (ist)



Dua Ton Sampah Diolah Setiap Hari di Pariaman

PARIAMAN (SumbarFokus)

Pemerintah Kota (Pemko) Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar), terbilang cukup kreatif. Tak kurang dari dua ton sampah organik setiap hari diolah dan dimanfaatkan untuk pupuk taman kota.

Khusus sampah organik yang telah dipilah itu selanjutnya diolah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di Desa Jati Mudik dan Tungkal Selatan untuk dijadikan pupuk organik.

Ini diakui Kasi Pengelolaan Kebersihan Bidang Kebersihan dan Pertamanan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pariaman, M Arsyad Lubis.


"Sampah organik ini berasal dari warga yang kemudian diolah menjadi pupuk," kata M Arsyad Lubis pada wartawan, di Pariaman, Senin (30/7/2018).

Untuk pemilihan sampah organik dan anorganik tersebut, kata dia, dilakukan dengan pemisahan tong sampah yang disediakan di berbagai sudut kota, termasuk di pusat-pusat keramaian.

Menurut M Arsyad Lubis, setiap hari pihaknya mengangkut 180 meter kubik sampah atau setara 80 ton.

“Secara umum pengelolaan sampah di Pariaman sudah terlaksana baik. Ini dapat dilihat dari proses pemungutan yang telah dimulai sejak jam 05.30 WIB setiap hari oleh petugas kebersihan,” kata dia.

Petugas kebersihan, kata dia, mengangkut sampah menggunakan mobil yang telah disediakan menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang berlokasi di Desa Tungkal Selatan, Kecamatan Pariaman Utara.

Untuk proses pembuangan sampah, kata dia, masih dilakukan secara manual yakni diambil, dibuang dan ditimbun.

Terkait biaya pemungutan sampah di Kota Pariaman, kayta M Arsyad Lubis, masyarakat dikenakan Rp5.000 per rumah setiap bulan sesuai Peraturan Daerah Nomor 19 tahun 2011.

Dikatakan, besaran retribusi sampah itu bervariasi di antaranya untuk rumah tinggal mewah dikenakan Rp5.000 kios, warung dan pasar Rp30.000, rumah sakit dan klinik swasta dikenakan Rp100.000.

Kemudian untuk wisma, losmen dan penginapan dikenakan Rp50.000, bengkel kecil Rp25.000, bengkel sedang Rp100.000, bengkel besar Rp200.000, kantor perusahaan atau Badan Usaha Milik Swasta Rp75.000, kantor pemerintahan dan BUMN/BUMD Rp100.000.

Retribusi tersebut, kata M Arsyad Lubis, dipungut langsung oleh DLH Kota Pariaman yang selanjutnya akan diserahkan ke kas daerah.

Ia mengatakan, target retribusi sampah Kota Pariaman tahun ini sekitar Rp200 juta atau naik 30 persen dibandingkan 2017. (002)

Editor :  -

COPYRIGHT © SUMBARFOKUS 2018




      kota-pariaman