Pelaksanaan diskusi Laporan Perkembangan Perekonomian Sumbar dan Sosialisasi Tim Perluasan Digitalisasi Ekonomi Daerah di Aula Nan tongga Bank Indonesia Provinsi Sumbar, Jumat (27/9/2019). (Foto: Miftahul Ilmi)


Ekonomi

Dorong Pertumbuhan Ekonomi, BI Sumbar Beri Empat Rekomendasi

PADANG (SumbarFokus)

Empat rekomendasi diberikan Bank Indonesia Povinsi Sumatera Barat (Sumbar) untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Sumbar ke depan. Ini dikemukakan oleh Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sumbar Wahyu Purnama A dalam kesempatan Diseminasi Laporan Perekonomian Provinsi (LPP) Sumbar periode Agustus 2019 dan Sosialisasi Tim Perluasan Digitalisasi Ekonomi Daerah (TPDD), Jumat (27/9/2019), di Aula Anggun Nan Tongga KPw BI Sumbar, Padang.

Pertama, terkait investasi, perlu diterapkan Online Single Submission (OSS) untuk mempercepat perizinan usaha dan memberikan pengaharaan kepada investor dan eksportir. Kedua, terkait pariwisata, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Bukit Ameh (Mandeh) terus ditingkatkan pemberdayaannya. Selain itu, di bidang pariwisata, perlu dilakukan intensifikasi 3A2P (Aksesibilitas, Amenitas, Atraksi, Promosi, dan Pelaku Usaha), meningkatkan sinergi  di tingkat Provinsi ataupun Kabupaten/Kota, dan mencanangkan Tahun Wisata Minangkabau.

Ketiga, di bidang ekspor, hilirasi pengolahan komoditas ekspor perlu mendapat perhatian, sama halnya dengan pengembangan usaha pendukung dan perluasan pasar. Keempat, rekomendasi yang diberikan adalah mengenai percepatan dan perluasan elektronifikasi transaksi keuangan pemerintah daerah dan pembentukan Tim Perluasan Digitalisasi Ekonomi Daerah (TPDD).


“Pemda dapat menginisiasi pilot project melalui pembayaran secara elektronik pada retribusi pasar, pariwisata, dan transportasi. Terkait inflasi, Bank Indonesia terus mendukung upaya pengembangan Toko Tani Indonesia Center (TTIC) hingga tingkat Kabupaten/Kota, serta menindaklanjuti perdagangan antar daerah dengan melihat keseimbangan supply-demand komoditas, agar lanju inflasi dapat tetap terkendali,” tutur Wahyu.

Rekomendasi ini disampaikan BI Sumbar berdasarkan latar belakang pertimbangan perkembangan yang terjadi di Sumbar.

Laju perekonomian Sumbar terakselerasi pada level terbatas, didorong peningkatan aktivitas ekonomi selama masa perayaan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN). Pertumbuhan ekonomi di triwulan II tahun ini mencapai 5,02 persen (yoy), meningkat dibanding triwulan sebesar 4,80 persen (yoy). Pertumbuhan ekonomi ini lebih tinggi dibanding rata-rata pertumbuhan Sumatera sebesar 4,62 persen (yoy), namun lebih rendah dari Nasional sebesar 5,05 persen (yoy).

“Pertumbuhan ekonomi nasional telah terjaga, pada triwulan ll 2019 sedikit lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan triwulan sebelumnya. Tercatat 5,05 persen (yoy) pada triwulan ll 2019, sementara pada triwulan sebelumnya sebesar 5,07 persen (yoy). Sedikit lebih rendah karena dipengaruhi berlanjutnya penurunan kinerja sektor eksternal. Dapat dikatakan, pertumbuhan ekonomi nasional terjaga," terang Wahyu mengenai pertumbuhan ekonomi nasional.

Konteks Sumbar, konsumsi rumah tangga masih merupakan penggerak utama pertumbuhan ekonomi Sumbar, yaitu 4, 98 persen (yoy), meningkat dibanding triwulan I tahun ini.

Laju pertumbuhan ekonomi Sumbar tertahan oleh ekspor yang mandeg cukup lama karen masuk masa kemunduran kelapa sawit yang diperparah dengan penurunan permintaan karena dampak perang dagang Amerika Serikat dan Tiongkok. Sedangkan, impor mengalami peningkatan secara signifikan.

Fenomena gagal panen propdusen pagi juga mengakibatkan melambatnya pertumbuhan lapangan usaha pertanian. Penurunan kinerja komoditas CPO dan produksi semen yang berkurang juga menjadi masalah tersendiri.

Pertumbuhan ekonomi Sumbar triwulan III diproyeksikan terus meningkat, berkisar di 5,0-5,4 persen (yoy). Percepatan pertumbuhan ekonomi didorong oleh prediksi pertumbuhan ekspor yang meningkat, seiring masuknya masa panen kelapa sawit, akeselerasi kinerja konsumsi pemerintah dan investasi seiring meningkatnya realisasi belanja pemerintah.

“Namun, pola konsumsi yang cenderung melambat pada triwulan III tahun ini dapat menahan laju pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi. Risiko pertumbuhan ekonomi ke depan masih dibayangi oleh ketidakpastian ekonomi global yang dapat berdampak pada kinerja ekspor,” ujar Wahyu. (013)

 

 

Editor :  -

COPYRIGHT © SUMBARFOKUS 2018




      sumbar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *