Gubernur Sumbar Irwan Prayitno (kanan) dan anaknya, Shohwahtul Islah (kiri), saat momen wisuda daring Unand Padang, Selasa (30/6/2020). (Foto: Ist.)


Pendidikan

Diwisuda Daring, Gubernur Sumbar Pindahkan Langsung Jambul Toga Putrinya yang Dokter Muda

PADANG (SumbarFokus)

Shohwahtul Islah, salah seorang putri Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Irwan Praiytno, yang akrab dengan panggilan Shohwa, tak kuasa membendung air mata seusai diambil sumpah setelah menjalani wisuda secara daring yang digelar oleh Universitas Andalas (Unand), Selasa (30/6/2020).

Sungkem dengan ayah tercinta, orang nomor satu di Sumbar, Irwan Prayitno, Shohwa si dokter muda lulusan Fakultas Kedokteran Unand ini berurai air mata menyampaikan terimakasih kepada ayahnya, yang mendampingi prosesi wisuda daringnya saat itu.

"Terimakasih Ayah, telah memberikan yang terbaik buat Shohwa. Shohwa janji akan tidak akan mengecewakan Ayah," ujarnya sambil memeluk Irwan Prayitno.


Anak ke-tujuh Gubernur itu, diketahui, berhasil menyelesaikan studi Kedokteran-nya di Unand, dan saat itu menjadi satu dari 1.103 mahasiswa Unand Padang yang mengikuti wisuda perdana secara virtual menggunakan aplikasi zoom, yang digelar daring karena adanya wabahg COVID-19 yang masih belum tuntas di Sumbar.

"Selamat yah Shohwa, kesayangannya Ayah. Semoga ilmunya berguna bagi masyarakat," ucap Gubernur penuh kasih kepada sang buah hati.

Menjadi orang yang langsung memindahkan jambul toga sang anak, Irwan juga merasa sangat terharu, dan beramanat kepada sang anak agar menjadi seorang perempuan yang sholehah senantiasa.

Wisuda Unand kali ini memang dilaksanakan daring, dari rumah masing-masing peserta, karena adanya wabah.

Disebutkan oleh Rektor Universitas Andalas Prof Yuliandri di Padang, di tempat yang berbeda, pelaksanaan wisuda dipilih secara daring untuk mencegah penularan COVID-19 sehingga mahasiswa cukup mengikuti dari rumah lewat aplikasi zoom.

Biasanya, prosesi wisuda Unand dilaksanakan di Auditorium, dan kali ini dipusatkan di Convention Hall dihadiri Rektor, Senat, dan Dekan. Pelaksanaan prosesi wisuda pun lebih sederhana karena tidak ada lagi pemindahan jambul wisudawan.

Kita Peduli!

Setelah pembukaan dilakukan dilanjutkan dengan pembacaan jumlah wisudawan serta lulusan terbaik.

Kemudian orang tua mahasiswa dipersilakan memindahkan jambul toga anaknya di rumah masing-masing disaksikan oleh rektor dan jajaran dari kampus. Suasana ini membawa haru karena dari tampilan layar terlihat beberapa orang tua dan anak yang tak kuasa menahan air mata haru atas keberhasilan buah hati menyelesaikan pendidikan.

Dalam sambutannya Rektor Unand Prof Yuliandri menyampaikan pelaksanaan wisuda daring merupakan konsekuensi dari pandemi COVID-19 yang masih terjadi.

"Saat ini belum dibenarkan untuk mengumpulkan mahasiswa dalam jumlah besar," ujarnya.

Ia berharap proses wisuda daring kali ini tidak mengurangi makna perayaan kelulusan. Setelah mahasiswa selesai mengikuti wisuda baru mengambil ijazah di fakultas dengan jadwal yang ditetapkan dan menerapkan pembatasan sosial. (000/002/Hms-Sumbar)

Editor :  -

COPYRIGHT © SUMBARFOKUS 2018