Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni. (Foto: Wahyu)


Lain-lain

Ditantang Sidang Terbuka, Hendrajoni Sebut Nasrul Abit Berupaya Cuci Tangan

PADANG (SumbarFokus)

Polemik RSUD M Zein Painan Kabupaten Pesisir Selatan belum juga usai. Tantangan sidang terbuka yang ingin digelar Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit mendapat respon pedas dari Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni.

Menurut Hendrajoni, pernyataan yang dikeluarkan Nasrul Abit untuk menggelar sidang terbuka, hanyalah sebagai upaya cuci tangan. Bahkan, ia menilai pembangunan RSUD di puncak bukit tidak logis.

“Menempatkan bangunan di Puncak Bukit Kabun Taranak itu, untuk menghindari tsunami, sebagai upaya pembenaran dan jelas tidak logis,” kata Hendrajoni, Jumat (9/8/2019).


Ia mengakui perhatian luar biasa Nasrul Abit terhadap bahaya tsunami yang mengancam. Tapi tetapi membangun RSUD di puncak bukit tidak logis. Sebab banyak rumah di depan rumah dan perkantoran di depan rumah sakit, yang akan diterjang ombak jika tsunami datang.

Termasuk di antaranya, banyak bangunan pemerintah yang lokasinya tidak jauh dari pantai. Ia mempertanyakan bagaimana nasib ribuan rumah, perkantoran, dan bangunan pemerintah tersebut jika terjadi tsunami.

“Begitu besar perhatian beliau terhadap bahaya tsunami yang akan mengancam, sangat luar biasa itu. Tapi bagaimana nasib ribuan rumah yang berada di depan rumah sakit? Artinya jika ada tsunami, tentu yang bakal duluan diterjang adalah rumah serta bangunan perkantoran yang ada. Mulai dari pantai sampai kedepan rumah sakit yang sekarang ini,” sebutnya.

Menurutnya, alasan tsunami itu tidak logis. Meskipun alasan itu misalnya diterima, tentunya juga harus mempertimbangkan lokasi yang labil dan rawan bencana longsor.

“Saya menghentikan proyek tersebut, semata hanya persoalan teknis yang jika diteruskan berujung pada persoalan hukum. Saya tak mau itu, jadi itu bukan persoalan politis,” pungkasnya mengakhiri. (005)

Editor :  -

COPYRIGHT © SUMBARFOKUS 2018