Petugas BKSDA berdiri di lokasi kemunculan beruang madu. (Foto: Ist.)


Lain-lain

Disebut Jinak, Beruang Madu yang Muncul di Kelok 44 Diduga Sakit

LUBUK BASUNG (SumbarFokus)

Kepala Resor Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Agam, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat (Sumbar), Ade Putra, Rabu (13/1/2021), menyebutkan bahwa pihaknya menduga kemunculan beruang madu atau Helarctos malayanus ke pemukiman warga di kawasan Kelok 44 karena mengalami sakit.

"Prilaku beruang sangat jinak, sering mendekati pemukiman warga mencari buah-buhan dan sumber air. Ini berdasarkan keterangan saksi mata yang melihat kemunculan satwa tersebut," ujarnya.

Dari prilaku beruang dalam kondisi sakit, satwa itu mencari pemukiman warga yang terdapat tanaman buah-buahan. Selain itu, beruang madu itu sering kehausan saat sakit dan lainnya.


Ade mengungkapkan, dari enam kali kemunculan, sering ditemukan di sumber air.

Petugas KSDA Agam sendiri masih memantau kemungkinan beruang itu muncul kembali. Apabila sudah diketahui pola pegerakkan akan dievakuasi dengan perangkap atau bius.

"Beruang itu akan direhabilitasi dan penanganan medis apabila tertangkap," ujarnya.

Sejak 5 Oktober 2020 sampai pertengahan Januari 2021, disebutkan Ade, satwa liar yang dilindungi Undang-undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya itu sudah enam kali muncul di pemukiman warga.

Pertama kali muncul di Kelok 35, Kelok 42, Padang Galanggang, Sidang Tangah, Kelok 28 dan Pincuran Gadang, Jorong Sawah Rang Silayan, Nagari Bayua, Kecamatan Tanjungraya.

"Diduga satwa di enam lokasi itu individu yang sama. Khusus di Pincuran Gadang kami mendapatkan informasi beruang muncul pada Selasa (12/1/2021) dan kami ke lokasi pada Rabu (13/1/2021)," katanya.

Kita Peduli!

Salah seorang warga Pincuran Gadang, Asni (44) menambahkan beruang madu itu sangat jinak dan bulunya sangat halus.

"Anak saya berkeinginan untuk memelihara satwa itu saat kami melihatnya dari rumah, Kamis (7/1/2021) sore, karena terlihat sangat jinak," katanya.

Meski demikian, Asni mengaku tetap sangat ketakutan melihat kemunculan beruang tersebut.

Beruang itu jatuh dari pohon kelapa dan main di sekitar perkebunan tidak jauh dari rumah. Beruang itu berada di lokasi sekitar 15 menit dan langsung mengarah ke hutan. (002)

Editor :  -

COPYRIGHT © SUMBARFOKUS 2020




      agam