Firdaus HB (kiri), Fahmi Idris (tengah) dan Anwar Ibrahim saat bertemua di penjara, Mei lalu. (ist)



Diplomasi Gulai Kepala Ikan dan Gelar Doktor Dato Anwar Ibrahim

PADANG (SumbarFokus)

Senin, 29 Oktober lalu, mantan Wakil Perdana Menteri Malaysia, Dato Sri Anwar Ibrahim, resmi menerima anugerah gelar Doktor (Honoris Causa) dari Universitas Negeri Padang (UNP) di Auditorium UNP, Air Tawar, Padang, Sumatera Barat (Sumbar).

Sejumlah tokoh daerah dan nasional, antara lain Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarno Putri, Ketua MPR Zulkifli Hasan, Ketua DPD RI Oesman Sapta, ikut hadir dalam seremoni tersebut dan mendengarkan orasi Anwar Ibrahim yang mengaku sangat mengagumi Ranah Minangkabau yang telah melahirkan politisi-politisi hebat dan tercatat sebagai pendiri bangsa Indonesia.

Karena kekagumannya itulah, Anwar Ibrahim bersedia menerima anugerah tersebut dari UNP. Tetapi, tak banyak yang tahu bagaimana prosesnya berjalan, sehingga tokoh nasional asal Sumatera Barat DR. Fahmi Idris menjadi promotor bersama Gubernur Sumbar Prof. DR. Irwan Prayitno.


Adalah Firdaus HB, Ketua Forum Minang Maimbau (FMM)–sebuah group WhastApp (WA) yang konsisten membatasi diri berdiskusi tentang ke-Minangkabau-an dengan anggotanya para tokoh dan elit Minang di ranah dan di rantau—yang punya catatan sebagai makcomblang antara UNP dengan Anwar Ibrahim, calon petinggi Negara Jiran Malaysia tersebut.

Turbulensi politik di Negara Jiran Malaysia yang berjalan begitu cepat yang ditandai dengan tumbangnya Perdana Menteri Najib Razak April lalu, membuat pemimpin oposisi Anwar Ibrahim segera menghirup udara bebas setelah sekian tahun dipenjara. Pada momen terakhir menjelang pembebasannya itulah, Fahmi dan Firdaus HB dating berkunjung kepenjara.

Anwar langsung meluapkan kegembiraan. “Fahmi, setelah bebas, saya ingin sekali menyantap kepalaikan dari Ranah Minang, tapi bukan di Malaysia, namun langsung di tanah kelahiran kalian itu, Sumatera Barat,” kata Anwar sebagaimana ditirukan Firdaus HB.

Gayung bersambut, Fahmi langsung mengiyakan keinginan rekannya tersebut dengan meminta Firdaus HB untuk mempersiapkan rencana kunjungan Anwar Ibrahim ke Padang dan menyantap “gulai kepala ikan” di Ranah Minang.

Berbagai usul kemudian diterima Firdaus HB tentang lokasi di mana “Gulai Kepala Ikan” yang kira-kira pas dengan selera Anwar Ibrahim. Tawaran juga disampaikan mantan menteri Perencanaan Pembangunan/Ketua Bappenas Andrinof Chaniago, yaitu di lokasi Pariwisata Mandeh.

Namun ditengah persiapan tersebut, kabar keinginan Anwar Ibrahim untuk bertandang ke Ranah Minang itu pun tercium oleh Rektor UNP Prof. Ganefri. Ia langsung menghubungi Firdaus HB dengan menawarkan gelar Doktor (Honoris Causa) untuk Anwar.

Kita Peduli!

“Saya pikir benar juga. Sekali merangkuh dayung, dua tiga pulau terlampaui. Sambil menyantap gulai kepala ikan, apa salahnya sohib Bang Fahmi ini kita beri gelar kehormatan doctor dari perguruan tinggi di Sumatera Barat,” kata Firdaus menanggapi keiningan Rektor Ganefri.

Keiningan itu langsung dikomunikasikan dengan pihak Anwar Ibrahim. Fahmi Idris dan Firdaus HB harus berangkat keTurki untuk mengantarkan surat pemberian anugerah gelar Doktor (HC) tersebut ke Anwar Ibrahim yang sedang dirawat di sebuah rumah sakit di Istambul.

“Alhamdulillah, Pak Anwar akhirnya bersedia menerima anugerah tersebut sambil malapeh salero menyantap gulai kepala ikan,” tutur Firdaus HB yang juga Sekretaris Forum Silaturahim Saudagar Minang (FSSM) ini.

Sebelum berkunjung ke Ranah Minang, kata Firdaus, pihaknya juga mempertemukan Gubernur Sumbar Irwan Prayitno dan Rektor UNP Ganefri dengan Anwar Ibrahim di Kuala Lumpur, Malaysia.

Jamuan Gulai Kepala Ikan

Jamuan dengan menu “Gulai Kepala Ikan” untuk Mantan Wakil Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim itu akhirnya diberikan oleh Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno pada Sabtu (27/10) malam di Gubernuran, Padang.

Memakai batik lengan panjang bercorak biru (www.tempo.id), Anwar yang bersantap bersama Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno, mantan Menteri Perindustrian Fahmi Idris dan tokoh lainnya itut erlihat telaten menyendok gulai berbahan ikan tongkol berkuah kuning ini.

Diiringi lantunan lagu Cindai yang dipopulerkan oleh penyanyi Negeri Jiran Siti Nurhaliza, sesekali Anwar terlihat menyendokan lauk dan nasi kepada rekan di sebelahnya.

Gulai kapalo lauak merupakan salah satu masakan favorit Minang yang dibuat dari perpaduan sejumlah bumbu rempah dengan santan kelapa yang kental. Dan, DR (HC) Anwar Ibrahim sangat menikmatinya. (003)

Editor :  -

COPYRIGHT © SUMBARFOKUS 2020