Pengerjaan turap di Kelok 10, bagian dari Kelok 44, Agam. (Foto: Ist.)


Pemerintahan

Dibutuhkan Rp10 Miliar untuk Penanganan Permanen Jalan Amblas di Kelok 10

LUBUK BASUNG (SumbarFokus)

Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) menyatakan butuh dana miliaran rupiah untuk penanganan permanen jalan amblas di Kelok 10 Pasar Maninjau, Kecamatan Tanjungraya, Kabupaten Agam, Minggu (26/7/2020).

"Total anggaran pasti belum jelas, karena kita sedang mendisain pembangunan permanen dan dana itu kita ajukan ke APBD 2021," kata Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Sumbar Dedi Rinaldi, baru-baru ini.

Ia menambahkan, dana ini untuk membangun cor beton di tebing jalan tersebut atau lokasi jalan amblas. Saat ini, ujarnya Kelok 10 itu telah dipasang turap kelapa dan ini penanganan sementara, agar ruas jalan Kelok 44 itu bisa dilalui kendaraan roda dua dan empat. Pemasangan turap kelapa itu dimulai pada Senin (3/8/2020) dan selesai pada Rabu (5/8/2020) sore, sehingga jalan sudah dibuka untuk kendaraan roda dua dan mobil.

"Jalan ditutup untuk kendaraan selama pemasangan turap kelapa tersebut. Apabila cor beton selesai, pohon kelapa akan dibuka," katanya.


Disebutkan, jalan Kelok 10 itu terban sepanjang 15 meter dan lebar 2,5 meter akibat curah hujan tinggi melanda daerah itu pada Minggu (26/7/2020) malam. Dengan kondisi itu, ruas jalan Kelok 44 tidak bisa dilalui kendaraan roda empat dan dialihkan ke Palembayan atau Padang Pariaman.

Pelebaran ruas jalan Padang Koto Gadang Kecamatan Palembayan menuju Padang Lua Kecamatan Banuhampu telah berlangsung sejak beberapa tahun lalu. Saat ini pelebaran jalan tinggal 20 dari 40 kilometer dari Palembayan menuju Simpang Patai tinggal dua kilometer.

"Ruas jalan itu untuk mengalihkan arus ke Kelok 44, karena pengendara dari Pasaman Barat bisa melewati ruas jalan itu," sebuyt Dedi. (002)

Editor :  -

COPYRIGHT © SUMBARFOKUS 2020




      agamsumbar