Kepala BI perwakilan Sumbar Endy Dwi Tjahjono.


Ekonomi

Di Padang, Masyarakat Sudah Bisa Tukarkan Uang di BI untuk Lebaran

PADANG (SumbarFokus)

Mulai 21 Mei sampai 7 Juni ini, Bank Indonesia (BI) perwakilan Sumatera Barat (Sumbar) secara resmi melayani penukaran uang pecahan kecil untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menyambut Lebaran, setiap hari Senin sampai Kamis pukul 08.30 WIB – 13.00 WIB.

Layanan penukaran tersebut bekerja sama dengan Bank Nagari, BRI, BNI, Mandiri, dan BCA yang membuka stand di tempat penukaran.

"Tahun ini kami mulai buka layanan pada 21 Mei sampai 7 Juni 2018 di halaman kantor BI Jalan Sudirman Padang. Layanan penukaran ini khusus untuk uang pecahan kecil Rp20 ribu ke bawah, untuk uang rusak, lusuh dan cacat sementara waktu ditiadakan," kata Kepala BI Perwakilan Sumbar, Endy Dwi Tjahjono di Padang, Senin (21/5).


Disebut Endy, BI Sumbar juga menyediakan layanan penukaran luar kota untuk Bukittinggi dan Payakumbuh pada 2 Juni 2018 pukul 08.30 WIB sampai 13.00 WIB, Kota Pariaman dan Solok 9 Juni 2018 dari pukul 08.30 WIB sampai 13.00 WIB.

Tahun ini BI Sumbar menyiapkan uang pecahan kecil senilai Rp3,8 triliun atau meningkat 11 persen dibandingkan 2017 yang hanya Rp3,4 triliun.

Sementara, salah seorang warga yang menukarkan uang, Alber, menyebutkan ia rutin setiap tahun menukar uang untuk persiapan Lebaran.

"Biasanya tukar uang pecahan Rp2 ribu dan Rp5 ribu untuk dibagi saat hari Raya," katanya.

Penegasan diberikan oleh BI Sumbar, agar warga tidak menukarkan uang melalui penyedia jasa di pinggir jalan karena berisiko jumlahnya tidak sesuai dan indikasi diberikan uang palsu.
"Penukaran di pinggir jalan juga sarat akan riba karena transaksi yang dilakukan menggunakan prinsip jual beli dengan keuntungan sementara nilai uang yang ditukar tidak sama," kata Endy.

Sebelumnya Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Padang juga menekankan bahwa jasa penukaran uang di pinggir jalan yang marak menjelang Lebaran hukumnya haram karena di dalamnya terdapat unsur riba.

"Jika itu dipandang sebagai jual beli maka tidak memenuhi syarat sebab barang yang diperjualbelikan tidak ada, sementara yang dijual malah uang yang seharusnya jadi alat tukar,” jelas Ketua MUI Kota Padang, Duski Samad.

Dia menjelaskan, jika penyedia jasa penukaran uang berdalih hanya mengambil jasa maka tetap tidak dibenarkan karena pihak berwenang dalam hal ini BI dan perbankan telah menyediakan penukaran secara cuma-cuma. (002)

Editor :  -

COPYRIGHT © SUMBARFOKUS 2018




      sumbar