Ketua Komisi Hukum dan Perundang-undangan Dewan Pers Agung Dharmajaya, usai Workshop Peliputan Pascapemilihan Legislatif dan Pilpres 2019 di Padang, baru-baru ini. (Foto: Wahyu)


Nasional

Dewan Pers: Media yang Tidak Terverifikasi hingga Akhir September Bisa Dicabut Izinnya

PADANG (SumbarFokus)

Indonesia sebagai negara demokrasi menjadikan industri media tumbuh subur. Banyaknya media saat ini, tentu tidak terlepas dari pemenuhan syarat-syaratnya. Tujuannya, agar media tersebut diakui legalitasnya di Dewan Pers, lembaga yang melindung industri media.

Dewan Pers terus berupaya mendorong pemilik media untuk memenuhi syarat agar terverifikasi di lembaga tersebut. Dengan terverifikasi, legalitas media diakui oleh khalayak. Hal ini untuk mengantisipasi agar tida terjadi permasalahan di kemudian hari.

“Kita mengimbau, agar pemilik media mendaftarkan medianya agar terverifikasi di Dewan Pers. Bagi media lama, kita beri waktu hingga akhir September tahun ini. Jika tidak, bisa saja kita cabut izinnya,” kata Anggota Dewan Pers Agung Dharmajaya dalam workshop dengan awak media di Padang, baru-baru ini.


Sementara, bagi media baru yang muncul setelah September nanti, akan diberi waktu mendaftar pemohon baru. Hal ini menurutnya, media yang sehat yakni memenuhi berbagai syarat. Di antaranya ada jelas nama medianya, kantornya, badan hukum, punya pekerja, dan limitasi gaji bagi reporter serta karyawannya.

“Jadi mari kita sama-sama patuhi aturan yang ada. Agar nanti jika ada permasalahan hukum, bisa dipertanggungjawabkan dan dilindungi,” ujar Agung.

Ia menyebutkan, data Dewan Pers Mei 2019, jumlah media yang terdaftar di Dewan Pers sebanyak 3.015, yakni media cetak 1.312, media siber (online) 1.315, serta TV dan radio 388. Dari jumlah tersebut baru 346 terverifikasi administrasi dan faktual, 1.157 terverfikasi administrasi, dan selebihnya 1.512 belum terverifikasi.

Adapun rinciannya, media cetak terverifikasi administrasi dan faktual sebanyak 202, terverifikasi administrasi 388, dan belum terverifikasi 722. Media siber terverifikasi administrasi dan faktual 100, terverifikasi administrasi 449, dan belum terverifikasi 766. Selanjutnya, TV dan radio terverfikasi adiministrasi dan faktual 44, terverifikasi adiministrasi 320, dan belum terverifikasi 24.

“Persoalan ini, tanggung jawab bersama. Agar kawan-kawan yang bekerja di media tercatat dan diakui. Jika ada persoalan, bisa diketahui jelas medianya dan bisa dipertanggungjawabkan bersama,” pungkas Agung. (005)

Editor :  -

COPYRIGHT © SUMBARFOKUS 2018




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *