Kepala Desa Goisooinan Hasan Basri . (Foto: Hendrianto L Raja)


Ekonomi

Desa Goisoiinan Menuju Desa Wisata Pantai Berbasis Lokal

KEPULAUAN MENTAWAI (SumbarFokus)

Desa Gooisonan, yang berada di Kecamatan Sipora, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat (Sumbar), kini menuju desa wisata pantai pantai berbasil lokal. Dengan keunikan dan keindahan pantai pasir putih Goisooinan,  berjarak sekitar 17 kilometer dari Pelabuhan Tuapeijat, desa ini bukan tak beralasan menjadi destinasi wisata pantai yang difavoritkan kelak.

“Orang selalu banyak yang datang setiap hari Sabtu dan Minggu ke pantai desa Goisooinan. Tahun 2020, Kami akan mulai membangun tempat wisata di desa kami ini,” kata Kepala Desa Goisooinan Hasan Basri pada SumbarFokus, Sabtu (2/12/2019).

Untuk tujuan itu, dibantu dana desa, pemerintah Desa Goisooinan fokus dengan upaya menggali potensi desa yang bisa mendukung peningkatan perekonomian warga desa.


“Dana Desa ini diperuntukkan agar desa bisa mandiri, dan membuat peluang bagi masyarakat untuk berjualan di desa Kami sehingga ada pendapatannya desa Kami ini. Kami menggali sumber-sumber pendapatan desa, termasuk mengembangkan pariwisata Desa. Pada 2016, saya sudah punya rencana ingin membangun fasilitas wisata desa Pantai Goisooinan, akan tetapi Dana Desa tidak cukup karena banyak biaya lari ke pembangunan fisik jalan dan  jembatan. Tahun 2020, Kami akan laksanakan fokus pembangunan pariwisata. Itu komitmen kami,” jelas Hasan Basri.

Disebutkan, pihaknya juga sedang membicarakan anggaran untuk tahun 2020.

“Dan kami berharap, pemerintah yang terkait dapat membantu Kami. Kami akan bangun desa wisata. Wisatawan bisa berenang dengan keluarga di sini. Lokasinya juga sangat bagus dan tak jauh dari bibir pantai berpasir putih,” jelasnya.

Hasan Basri sangat optimis, bila dimanfaatkan dengan baik, Desa Goisoiinan akan menjadi sebuah tempat yang ramai. Apalagi, pasir putihnya juga sangat halus sekali di Goisooinan.

Ia menuturkan, Pembangunan wisata  desa ini pun telah ada aturannya. Bahwa, pembangunannya harus menggunakan bahan lokal dan ramah lingkungan. Selain itu, objeknya yang ada juga harus menonjolkan arsitektur lokal. (017)

Editor :  -

COPYRIGHT © SUMBARFOKUS 2018