Ilustrasi


Hukum

Delapan Wanita Pengunjung dan Pelayan Cafe Diamankan Petugas Satpol PP dan Damkar Agam

LUBUKBASUNG (SumbarFokus)

Delapan wanita pengunjung dan pelayan kafe diamankan Petugas Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Agam, Sumatera Barat, dari sebuah kafe di bilanan Pasar Inpres Padang Baru, Kecamatan Lubukbasung, Senin (18/3/2019) sekira 03.30 WIB dinihari. 

Delapan wanita tersebut masing-masing SH (26), HNS (21), AA (21), HS (38), A (35), RW (28) dan Y (23).

Sekretaris Satpol-PP Damkar Agam Afrizal didampingi Kasi Operasional dan Pengendalian Yul Amar  mengatakan, setelah mendapat informasi dari warga terkait kafe yang masih buka di atas pukul 24.00 WIB, pihaknya langsung menuju ke TKP dan mendapatkan ada kerumunan warga. Untuk menghindari kemarahan warga, pihaknya mengamankan 8 orang wanita yang ada disana.


“Saat kami tiba di sana suasana sedang ribut antara warga dengan pengelola kafe. Karena tak dapat membedakan antar warga dan pengunjung, untuk antisipasi kami mengamankan delapan orang wanita yang tengah berada di dalam kafe tersebut ke Mako Satpol-PP Damkar Agam”, ujar Yul Amar.

Apakah 8 wanita itu tamu atau pelayan kafe, pihaknya belum bisa memastikan karena saat ini masih dalam pemeriksaan.

Diakui Yul Amar, pihaknya juga melakukan tes urine pada kedelapan wanita tersebut terkait laporan masyarakat bahwa kafe tersebut diduga acap dijadikan tempat mengkomsumsi narkoba.

Menurutnya, untuk tes urine pihaknya kerjasama dengan Dinas Kesehatan setempat untuk mengetahui apakah mereka terlibat penyalahgunaan narkotika. 

“Untuk memastikan apakah pengunjung dan pelayan cafe tersebut mengkosumsi narkotika maka kami lakukan tes urine bersama Dinas Kesehatan setempat yang merupakan instruksi pimpinan kami," ujarnya.

Ditanyai soal izin, pihak Satpol PP dan Damkar belum mengetahui pasti kafe tersebut memiliki izin usaha.

Kita Peduli!

“Kami tengah menelusuri soal izin usaha dengan kantor yang mengeluarkan izin kafe tersebut, makanya kami belum bisa memastikan sangsi apa yang akan kami lakukan”, ujar Yul Amar.

Menurut tokoh Pemuda Pasar Inpres, Rino, kafe yang sudah berjalan lama tersebut memang sudah sangat meresahkan. Bunyi musik yang bising dari dalam kafe sangat mengganggu masyarakat sekitar.

“Karena warga sudah merasa tak nyaman, hari ini kami memasukan surat permohonan pada Pemkab. Agam melalui Kantor Satpol PP dan Damkar agar menertibkan kafe tersebut. Kalau tidak, kami masyarakat sekitar pasar Inpres yang menutup paksa kafe tersebut,” ujar Rino.

Warga setempat juga menyebutkan kafe tersebut juga pernah dirazia karena menjual minuman keras.

Sementara, Penyidik Pegawai Negeri Sipil Agam, Muhammad Arnis mengatakan bahwa kedelapan pengujung dan pelayan kafe ini sudah dibuatkan berita acara pemeriksaan dan akan kita serahkan kembali ke keluarga setelah menandatangani surat pernyataan. (007)

 

Editor :  -

COPYRIGHT © SUMBARFOKUS 2020




      agam