Rektor UNP Ganefri membuka acara ICLA ke-7 di Aula Hospital UNP, Jumat (19/10/2018). (Foto: Wahyu)


Pendidikan

Delapan Pembicara dari Enam Negara Tampil di ICLA

PADANG (SumbarFokus)

Delapan pembicara utama dari enam negara, yakni Australia, Amerika Serikat, Jerman, Singapura, Malaysia, dan Indonesia akan berbicara dalam seminar internasional bidang bahasa dan seni International Conference on Languages and Arts (ICLA) pada 19-20 Oktober 2018 yang diadakan Universitas Negeri Padang (UNP), Sumatera Barat (Sumbar).

Kegiatan ICLA yang ke-7 kalinya ini bertemakan Breakthrough to Excellence of Language and Arts Research and Education.

“Delapan pembicara itu, Prof. Low Ee Ling (Singapura), Anna Filipi dari Monash University (Australia), Hema Rajagopalan dari Columbia College Chicago (Amerika Serikat), Prof. Rettberg Wolfgang (Jerman), Prof. Khairul Aidil Azlin dari UPM (Malaysia), Prof. Safnil, Prof. Harris Effendi dan Indrayuda dari UNP (Indonesia),” papar Ketua Pelaksana ICLA ke-7 Prof Yenni Rozimela di Padang, Jumat (19/10/2018)


Dikatakan Yenni, ICLA yang diinisiasi Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) kali ini juga diisi sidang paralel 185 pemakalah. Dengan rincian, terdiri dari Forum FBS se-Indonesia 25 makalah, FBS UNP 77 makalah, UNP selain FBS 30 makalah, universitas lain 52 makalah, dan satu makalah dari negara China.

"185 makalah itu akan dipresentasikan secara paralel. Kita perkirakan jumlah peserta yang akan hadir pada ICLA-7 ini sekitar 300 orang,” sebut Yenni.

Dekan Fakultas FBS Prof. M Zaim, M.Hum menambahkan, ICLA-7 ini juga dilaksanakan dalam rangka Dies Natalis ke-64 UNP, dan peringatan ke-90 Hari Sumpah Pemuda. ICLA-7 ini juga sebagai bentuk menyikapi revolusi industri 4.0, terutama terkait perkembangan ilmu dan teknologi.

Menurutnya, sangat penting melakukan seminar internasional untuk meningkatkan kapasitas serta kualitas ilmu pengetahuan bidang bahasa, seni, dan pendidikan di era globalisasi ini. Dengan adanya ICLA ini, mahasiswa, dosen, guru, dan kaum intelektual lainnya bisa berbagi terobosan baru dalam dunia pendidikan.

“Kita berharap ICLA ini bisa menjadi wadah berbagi inovasi terkait ilmu bahasa, seni, dan pendidikan. Dari 185 makalah yang ada, minimal 100 makalah bisa terindeks scopus, athlantic pers, thompson, dan lainnya,” harap Zaim.

Sementara Rektor UNP Prof. Ganefri, PhD menyebutkan, pihaknya terus mendorong civitas akademika UNP, terutama dosen untuk melakukan riset dan melakukan presentasi terkait hasil penelitian. Upaya ini dilakukan untuk mengejar ketertinggalan dari kampus-kampus ternama lainnya di Indonesia.

Menurutnya, setiap dosen bahkan mahasiswa wajib melakukan berbagai riset, serta menyebarluaskan ilmu pengetahuan. Langkah ini katanya sebagai bentuk kontribusi dan tanggung jawab sebagai kaum intelektual kepada masyarakat, sekaligus juga meningkatkan reputasi institusi akademik.

“Tahun ini posisi UNP sudah diangka 26. Jadi dengan banyaknya riset dan publikasi ini tahun depan kita targetkan Indonesia bisa meraih posisi 15 besar di Indonesia,” pungkas Ganefri. (005)

Editor :  -

COPYRIGHT © SUMBARFOKUS 2018