Wagub Sumbar Nasrul Abit menerangkan jumlah korban Pemilu 2019, Sabtu (11/5/2019). (Foto: Wahyu)


Politik

Data Terakhir, Tercatat Enam Petugas KPPS Sumbar Meninggal Dunia

PADANG (SumbarFokus)

Tercatat sudah enam orang petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di Sumatera Barat (Sumbar), meninggal dunia usai Pemilihan Umum (Pemilu) serentak 17 April 2019 lalu.

Pernyataan itu disampaikan Wakil Gubernur Nasrul Abit, usai mengunjungi Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Perhitungan Hasil Perolehan Suara Pemilu 2019, di Hotel Pangeran Beach, Sabtu, (11/5/2019).

“Kita sengaja mencek, dan ternyata memang ada petugas KPPS yang meninggal dunia. Sebelumnya ada empat orang, dan saat ini sudah enam orang,” kungkap Nasrul.


Berdasarkan informasi, kata Nasrul faktor meninggalnya petugas KPPS itu, karena kelelahan, dan akibat penyakit yang diderita petugas KPPS yang bersangkutan. Apalagi, kondisi kerja yang cukup berat sehingga stres.

“Meninggalnya ada juga karena sudah punya penyakit dari awal. Jadi yang meninggal ini akan mendapatkan santunan dari KPU sebesar Rp36 juta per orang,” kata Nasrul.

Terkait untuk mengetahui secara pasti faktor penyebab meninggal keenam orang tersebut, kata Wagub Sumbar, bisa dilakukan apabila adanya kejanggalan atau kasus tertentu yang harus diungkapkan.

"Jika memang janggal, atau ada kasus yang patut diungkapkan, silahkan autopsi. Jika tidak, maka tidak perlu dilakukan," tuturnya.

Begitu pula Kepala Dinas Kesehatan Sumbar Merry Yuliesday, membenarkan adanya enam petugas KPPS Sumbar yang meninggal. Pernyataan itu sesuai dengan data yang diperolehnya dari KPU provinsi setempat.

“Data sementara dari KPU Sumbar memang ada enam yang meninggal, dan yang sakit sebanyak 102 orang,” ujar Merry.

Sementara Komisioner KPU Sumbar Gebriel Daulay saat ditemui menanggapi dengan informasi yang tidak pasti. Dengan alasan masih harus diperiksa lebih, terutama terkait penyebab kematian.

“Berkasnya tinggal di kantor, jadi memang harus dilihat dulu, berapa jumlah dan apa penyebabnya. Kalau ada autopsi, bukan kewenangan kami,” ujarnya.

Adapun enam petugas KPPS tersebut, pertama, Irianto (57) dari Kecamatan Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman, meninggal di rumah tanggal 1 Mei 2019. Faktor dari tanggal 18 April 2019 mengalami penurunan stamina, kelelahan, dan meninggal pada tanggal 30 April 2019.

Kedua, Doni, dari Kecamatan Singguliang, Kabupaten Padang Pariaman, meninggal di RSUD Parit Malintang tanggal 2 mei 2019. Faktor meninggal karena dari tanggal 18 April 2019 mengalami penurunan stamina, kelelahan dan pada tanggal 1-2 Mei 2019 dirawat secara intensif di RSUD Parit Malintang Padang Pariaman.

Ketiga, Andesal, dari desa Aia Gadang Pasaman meninggal tanggal 26 April 2019 karena kelelahan. Keempat, Ari Akbar (25) dari Kecamatan Ampek Angkek Kabupaten Agam, meninggal tanggal 28 april 2019 karena kelahan, demam dan sakit dada.

Keenam, Imran Pane dari Kabupaten Pasaman meninggal 6 Mei 2019. Akibat setelah Pemilu badan terasa sakit, pegal, demam dan letih, dan tidak dibawa ke Rumah Sakit karena tidak ada biaya. Sampai tanggal 5 Mei 2019 keadaannya makin parah, dan meninggal sesampainya di Puskesmas.

Terakhir yang keenam, Yaldianto (43) dari Nagari Kayu Jao Kecamatan Gunung Talang Kabupaten Solok diduga gastritis dan hemiparese sinistra. (005)

Editor :  -

COPYRIGHT © SUMBARFOKUS 2018