Barang bukti BBM yang tak memiliki surat-surat resmi. (Foto: Ist.)


Hukum

Dari Peristiwa Kecelakaan di Sitinjau Lauik, Polisi Ungkap Kasus Dugaan Premium Ilegal

PADANG (SumbarFokus)

Dari peristiwa kecelakaan truk yang terjadi di kawasan Panorama I, Sitinjau Lauik, Padang, Sumatera Barat (Sumbar), Sabtu (31/10/2020) kemarin, kepolisian mengungkap kasus dugaan pengangkutan bahan bakar minyak jenis premium ilegal

“Truk yang mengalami kecelakaan tersebut mengangkut minyak, dari sanalah akhirnya diselidiki adanya dugaan membawa minyak premium ilegal" kata Kepala Kepolisian Sektor Lubuk Kilangan Padang, AKP Edryan Wiguna di Padang, Rabu (4/11/2020).

Diungkapkan, ribuan liter minyak yang diangkut oleh truk nahas tersebut tidak memiliki surat-surat resmi dan legalitas lainnya.


Sopir truk SP (46) yang merupakan warga Sumatera Utara kini ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat pasal 53 huruf b Undang-Undang Minyak dan Gas. Yang Bersangkutan sempat menjalani perawatan medis di rumah sakit karena mengalami luka di bagian kepala.

"Setelah melakukan pemrosesan akhirnya satu orang ditetapkan sebagai tersangka, dan dilakukan penahanan," katanya.

Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya adalah 13 drum minyak premium dan 5 unit tedmon berisikan 1.000 liter BBM jenis premium.

Dari hasil pemeriksaan sementara terhadap tersangka diketahui minyak itu diangkut dari daerah Palembang, Sumatera Selatan. Sedangkan daerah tujuannya memang di Kota Padang, dan rencananya akan dibongkar di kawasan Lubuk Buaya, Kecamatan Koto Tangah. Namun pada Sabtu (31/10/2020), ketika berada di Sitinjau Lauik, truk tersebut kehilangan kendali, sehingga mobil rebah berikut barang yang diangkut.

Edryan mengatakan pihaknya masih terus memroses dan mengembangkan kasus untuk mengusutnya secara tuntas. Selain itu pihaknya juga akan berkoordinasi dengan instansi terkait minyak seperti Pertamina dan lainnya, untuk mendalami perihal minyak premium yang diangkut sopir tersebut. (002)

 

Kita Peduli!

Editor :  -

COPYRIGHT © SUMBARFOKUS 2020




      hukumsumbar