Bus Trans Padang terjepit dan rusak parah, tertabrak KA Minangkabau Ekspres, Rabu (12/1/2021). (Foto: FAJAR SATRIA)


Lain-lain

Dari Insiden Bus Trans Padang Tertabrak KA, Masyarakat Diimbau Waspada di Perlintasan

PADANG (SumbarFokus)

Telah terjadi kecelakaan bus Trans Padang tertabrak kereta api (KA) Minangkabau Ekspres, Rabu (13/1/2021), yang menyebabkan kondisi bus rusak berat dan memakan korban luka luka, supir dan pramugara. Pramugara bahkan harus dilarikan ke RSUP M. Djamil karena lukanya yang parah.

Terkait kejadian ini, pihak PT KAI Divisi Regional (Divre) II Sumatera Barat (Sumbar), menyatakan simpati terhadap kejadian yang menimpa korban. Di sisi lain, pihak PT KAI juga mengingatkan kepada masyarakat agat selalu waspada dan berhati-hati saat melewati jalur perlintasan kereta api.

"Dahulukan perjalanan kereta api, sesuai Undang-undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian, Pasal 124 menyatakan, pada perpotongan sebidang antara jalur kereta api dan jalan, pemakai jalan wajib mendahulukan perjalanan kereta api," ujar Kepala Humas PT KAI Divre II Sumatera Barat Ujang Rusen Permana kepada SumbarFokus.com, Rabu (13/1/2021), melalui sambungan telepon.


Rusen menegaskan, dalam UU 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, Pasal 114 menyebutkan bahwa pada perlintasan sebidang antara jalur kereta api dan jalan, pengemudi kendaraan wajib berhenti ketika sinyal sudah berbunyi.

"Apabila palang pintu kereta api sudah mulai di tutup dan isyarat lain, maka pengedara jalan raya harus mendahulukan kereta api dan
memberikan hak utama kepada kendaraan yang lebih dahulu melintas rel," sebutnya.

Lebih lanjut Rusen mengatakan, sesuai PM 36 Tahun 2011 tentang Perpotongan dan/atau Persinggungan Antara Jalur Kereta Api dengan Bangunan Lain, pada Pasal 6 ayat 1 disebutkan bahwa pada perlintasan sebidang, kereta api mendapat prioritas berlalu lintas.

"Kami senantiasa mengimbau agar masyarakat selalu berhati-hati saat akan melintas perlintasan kereta api. Berhenti sejenak, tengok kanan-kiri untuk memastikan tidak ada kereta yang melintas,” ujarnya.

Rusen mengulas, dalam hal kejadian insiden tersebut, di lokasi, yang notabene tergolong perlintasan resmi tidak dijaga, memang tidak ada sinyal ataupun palang. Namun demikian, ada rambu lalu-lintas yang dipasang untuk jadi peringatan para pengguna jalan. Sementara, kereta api sendiri sudah berjalan di jalurnya, yang diatur dalam regulasi.

“Sudah jelas di aturannya, agar pengendara jalan raya mendahulukan perjalanan kereta api dan mematuhi rambu-rambu di sekitar perlintasan kereta api. Berhenti sejenak, untuk memastikan tidak ada kereta yang lewat,” katanya.

Kita Peduli!

Terkait tidak adanya palang, Rusen mengaku bahwa pihaknya tidak berrwenang untuk melakukan pemasangan. Dikatakan, jika perlintasan hendak dipasang palang resmi, pemerintah daerah terkait bisa mengajukan permohonan ke Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementrian Perhubungan. Dalam hal ini, pihaknya berharap agar hal tersebut juga menjadi perhatian dari pemerintah terkait.

“Keselamatan di perlintasan sebidang adalah tanggung jawab bersama,” imbuhnya.

Kronologi

Bus Trans Padang bernomor polisi BA 7052 OU rusak parah karena terhantam KA Minangkabau Ekspres, Rabu (13/1/2021). Kejadian berlokasi di area perlintasan tanpa palang pintu di jalan Adinegoro, Kecamatan Koto Tangah, Kelurahan Lubuk Buaya, Kota Padang, sekira pukul 11.20 WIB.

Salah seorang saksi, Eka (40), mengatakan bahwa saat ingin melintas, supir Bus Trans Padang seolah tidak melihat kalau KA Minang Kabau dari Stasiun Simpang Haru Menuju Bandara Internasional Minangkabau (BIM) melintas.

“Supir terlempar dari dalam bus keluar. Kemudian Pramugara terjepit di dalam bus. Saat dikekuarkan dari dalam bus, pramugara dalam kondisi pingsan,” ujar Eka.

Supir bus sendiri, diketahui, mengalami luka pada bagian lengan sebelah kiri. Sedangkan Pramugara dibawa ke RSUP M. Djamil karena mengalami luka parah.

"Pramugara mengalami luka parah di telinga bagian telinga," ujarnya.

Saksi lain, Ari Jusril (38), mengatakan, pada saat Bus Trans Padang ingin melintas, tukang ojek yang berada di lokasi juga sudah meneriaki bahwa ada kereta lewat.

"Namun ketika itu sopir bus terlihat tengah. Dia tidak mendengar supir ojek pengkolan meneriaki," kata Ari.

Ari mengatakan pada saat kejadian Bus Trans Padang dalam keadaan kosong, alias tidak berpenumpang. (005/003)

 

Editor :  -

COPYRIGHT © SUMBARFOKUS 2020