Dadiah. (Foto: Ist.)


Gaya Hidup

Dadiah Bisa Ampuh Cegah Stunting

PADANG (SumbarFokus)

 

Susu kerbau hasil fermentasi, atau yang biasa dikenal dengan dadiah, ternyata potensial ampuh mencegah stunting. Ini diketahui berdasarkan hasil penelitian Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Andalas (Unand) Padang, Dr Helmizar.

Dadiah mengandung bakteri asam laktat yakni bakteri baik yang berpotensi sebagai probiotik yang bermanfaat untuk pertumbuhan anak. Selain bermanfaat besar untuk pertumbuhan pada anak, juga membuat sistem imunitas dan penyerapan makanan yang lebih baik," katanya, Senin (19/8/2019).


Dijelaskan, selain mengandung bakteri baik, dadih juga mengandung zat gizi yang kompleks dan asam emino yang esensial yang bagus dicerna oleh usus. Dadiah juga mengandung enzim khusus yang tidak terdapat pada susu sapi.

Dadih merupakan hasil fermentasi dari susu kerbau yang sudah diperah lalu dimasukkan dalam bambu dan didiamkan selama dua hari hingga mengental menjadi dadih.

Kandungan kalori setiap dadih berbeda-beda karena tergantung makanan kerbau itu sendiri. Disebutkan, rata-rata kandungan kalori yang terdapat dalam 100 gram dadih yakni sekitar 250 kalori dan kandungan proteinnya hampir mencapai 16 kalori yang setara dengan 2 butir telur.

Mengkonsumsi dadiah secara rutin di awal kehamilan, dikatakan Dr Helmizar, akan mampu membantu mencegah terjadinya stunting. Konsumsi yang dilakukan saat awal kehamilan membuat dadiah yang dikonsumsi dapat tersalurkan ke janin yang berada dalam kandungan.

Berdasarkan hasil penelitian yang pernah dilakukan sejak 2017 di Kabupaten Agam dan Bukittinggi yakni memberikan dadih sebanyak 100 gram pada ibu hamil untuk pencegahan stunting.

"Mereka harus mengonsumsi dadih rata-rata 70 gram per hari selama enam bulan dan kami terus memantau sampai anaknya lahir," jelas sang dokter.

Hasil penelitian yang dilakukannya menunjukkan memberikan efek yang bagus mencapai 56 persen, berat bayi yang dilahirkan oleh para ibu hamil yang telah mengonsumsi dadih tersebut yakni di atas 3 kilogram dengan panjang badan di atas 50 centimeter.

Menurutnya, potensi dadiah yang sudah ada di usus bayi diusahakan tidak hilang yakni diupayakan tetap memberikan dadih dalam bentuk makan pada balita berupa biskuit dari bahan lokal yang dicampur dengan dadiah.


Biskuit bisa dibuat dari jagung, kacang kedelai, kacang merah, dan tambahan sedikit karbohidrat dari tepung dan mentega yang dicampur dengan dadih, jadi ada sekitar 500 kalori yang diberikan setiap hari untuk mengejar pertumbuhannya mereka.

"Saya berharap nantinya ada berupa rumah dadih karena dengan adanya rumah dadih peternak tau kemana ia akan menyuplai dadihnya dan tentu harga di pasaran tidak terlalu tinggi sehingga masyarakat juga dapat dengan mudah memperoleh dadih," Dr Helmizar menyampaikan harapannya.

Dikatakan, penelitiannya bertujuan untuk mempromosikan kembali makanan tradisional Minangkabau supaya bisa dipakai sebagai suplementasi makanan untuk mencegah stunting yang sangat tinggi frekuensinya saat ini.

Selain itu, menurutnya keberadaan dadih saat ini mulai langka karena populasi kerbau mulai berkurang dan minimnya para peternak yang mau memeras dadih karena nilai jual dadih yang murah di kalangan peternak hanya Rp5 ribu.

Ia berharap pemerintah dapat membina para peternak kerbau dan mencarikan suatu badan usaha yang mampu membina para peternak. Selain itu ia juga mengupayakan untuk menyosialisasikan manfaat dadih ke masyarakat untuk pencegahan stunting. (002)

Editor :  -

COPYRIGHT © SUMBARFOKUS 2018




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *