Para prajurit dilepas ke Papua untuk membantu pengamanan demi tercipta suasana kondusif di daerah konflik. (Foto: Ist.)


Feature

Cemas Suami Ditugaskan ke Papua, Istri Anggota Brimob Ikhlas Melepas dengan Doa

Oleh WAHYU SAPUTRA

Meski sudah menduga sebelumnya, kabar penugasan sang suami yang anggota Satbrimob Polda Sumbar Bataliyon B Pelopor Padang Panjang ke Papua tetap bagaikan petir di siang hari yang sangat mengejutkan dirinya. Nedia Sari Mardias (39) tetap sontak merasa cemas, mengingat Papua diberitakan belakangan ini merupakan daerah yang tengah mengalami konflik yang cukup potensial mengancam soliditas Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Senin itu (2/9/2019), berita penugasan suaminya ke Papua didengar oleh perawat di RSUD Padang Panjang ini. Sudah biasa ditinggal pergi oleh suami, tapi berita penugasan suami ke Papua merupakan satu kabar merisaukan tersendiri yang ia rasakan.

“Risau dan cemas iya, karena mendengar keadaan di Papua. Apalagi beberapa hari Abang terlihat tidak fit. Beliau demam. Maunya sih ga pergi. Tapi karena tugas, tetap harus seketika dijalankan. Keluarga juga cemas mendengar abang ditugaskan ke sana. Tapi Saya harus ikhlas, melepas Abang dengan doa. Relakan dia bertugas, selamat kembali pulang ke rumah,” tutur Sari saat diwawancara SumbarFokus, baru-baru ini.


Ibu dua anak ini mengakui, bersuamikan seorang anggota Brimob harus siap berkorban kebersamaan dengan suami dan siap hadapi rasa risau ketika suami bertugas. Nyawa bukan tidak mungkin jadi pertaruhan tersendiri dalam pekerjaan sang suami. Rindu juga sudah pasti, karena LDR (red-Long Distance Relationship) pun harus sering mereka lakoni.

Bripka Didi Rahmah, salah seorang prajurit yang diberangkatkan ke Papua untuk misi pengamanan. (Foto: Ist.)

Kondisi risau hati si istri kemudian diperparah dengan tidak adanya kepastian durasi penugasan yang dijalankan. Seperti yang dialami Sari, penugasan sang suami, Didi Rahman (40), ke Papua adalah untuk waktu yang tidak ditentukan. Jika suasana kondusif belum kunjung tercipta, tentu sang suami belum bisa pulang.

Saat SumbarFokus coba berkomunikasi dengan Didi Rahman yang sudah berada di Papua, diungkapkan oleh anggota Brimob yang juga hobi bertani ini, masa bertugas dirinya masih belum bisa dipastikan untuk jangka waktu berapa lama.

“Kemungkinan sampai kondusif betul. Tergantung pimpinan di atas,’’ ujar anggota Brimob berpangkat Bripka ini melalui telepon selulernya pada SumbarFokus.

Bripka Didi Rahman sendiri diberangkatkan Kamis (5/9/2019) dalam rombongan 100 personel Satbrimob Polda yang diberangkatkan ke Manokwari, Papua. Sebelumnya, Polda Sumbar juga telah memberangkatkan 250 personel ke Papua.

Bukannya tidak mengetahui kekhawatiran segenap keluarga terhadap dirinya, sebagai seorang prajurit, telah terpatri di hati bahwa dirinya wajib berbakti untuk negeri. Meski bertugas untuk jangka waktu yang tidak jelas di daerah konflik, loyalitas yang telah terbangun membuat dirinya jauh dari enggan untuk ikut andil di Papua, mencegah konflik meluas lagi.

“Komitmen Saya, sebagai penegak hukum, Kita harus berperan untuk cepat menyelesaikan permasalahan yang terjadi seperti sekarang ini. Sekarang Saya sudah di Papua. Mengenai situasi, Kita belum bisa memastikan apakan itu sudah kondusif atau belum. Kita lihat perkembangannya nanti,” tutur Didi.

Namun Didi ikut bersyukur, begitu menyaksikan kondisi sudah mulai normal di Manokwari, Papua Barat. Pasar sudah seperti biasa, itu ditemukannya saat melakukan patroli Jumat malam (6/9/2019).

Menurut pengakuan Didi, masyarakat di Manokwari menyambut positif kehadiran para anggota Satbrimob. Seperti orang-orang yang mencintai keutuhan bangsa, dirinya sangat berharap situasi cepat pulih seperti semula, seperti sebelum terjadinya banyak demonstrasi, karena salah satu tugas dirinya dan kesatuan adalah juga untuk mengantisipasi terjadinya demonstrasi susulan.

Berkumpul dengan keluarga merupakan momen yang sangat langka bagi seorang prajurit. Kelangkaan ini dialami juga oleh pasangan Nedia Sari Mardias dan Didi Rahman. (Foto: Ist.)

Rasa rindu terhadap keluarga, terutama dua putranya, disebut Didi, sudah pasti senantiasa menyerang. Walau bagaimanapun, kemuliaan tugas harus ia utamakan sehingga rasa rindu harus ditahan dan diobati dengan berbagai cara yang bisa dilakukan. Saat tak ada jaringan seluler yang bagus, misalnya, foto-foto yang tersimpan di telepon genggam bisa jadi obat yang sangat mujarab.

 

Wakapolda Sumbar: Penugasan mendadak, anggota Satbrimob harus selalu siap

Diketahui, pada Jumat (30/8/2019), 250 personel yang berasal dari Satbrimob Polda Sumbar diberangkatkan ke Papua. Personel itu dikirim untuk mendukung dan membantu pengamanan terkait gejolak yang terjadi di Papua.

"Meskipun kondisi mulai berangsur normal, namun masih perlu dicermati. Pengiriman ini untuk membantu pengamanan di Papua," kata Wakapolda Sumbar Brigjen Pol Damisnur di Markas Satbrimob Polda, Padang Sarai, di hari itu.

Ia menyebutkan, aksi yang terjadi di Papua menyebabkan sebagian warga memilih mengungsi, dan mencari perlindungan ke markas TNI dan Polri. Keberangkatan 250 personel ini tujuannya juga untuk memberi perlindungan ke warga di sana.

"Satbrimob berperan ikut andil dalam mempertahankan NKRI wilayah Timur, walaupun penugasan dilakukan mendadak. Namun anggota Satbrimob mesti selalu siap," tegasnya dalam upacara pelepasan personel saat itu.

Para prajurit Satbrimob, saat dilepas Polda Sumbar ke Papua sejumlah 250 personel. (Foto: Ist.)

Seperti diketahui, beberapa waktu lalu, situasi di Papua memanas yang dipicu dugaan rasisme terhadap mahasiswa asal Papua di Surabaya dan Malang. Akibat kejadian itu, terjadi aksi demontrasi di beberapa titik di Papua, seperti Jayapura, Fakfak, Manokwari, dan Timika. Pendemo juga merusak dan membakar sejumlah fasilitas umum. Berdasarkan latar belakang inilah pasukan dikirim ke Papua.

Disampaikan oleh Dasminur, ia berharap Komandan Batalyon yang membawa pasukan tersebut bisa kembali ke Ranah Minang dalam kondisi sehat.

"Kepada komandan, jaga dan bawa kembali pasukan dalam keadaan sehat tanpa kurang suatu apapun," pintanya.

Damisnur juga menekankan, sesuai pesan Kapolda Sumbar, agar semua personel bisa menyesuaikan diri, beradaptasi, dan menjaga sikap selama menjalankan tugas di Papua nantinya.

"Dan yang terpenting, adalah laksanakan tugas sebaik mungkin dengan penuh tanggungjawab," tegas dia. (*)

 

 

Editor :  -

COPYRIGHT © SUMBARFOKUS 2018




      sumbar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *