Bupati Indra Catri (kanan depan). (Foto: Ist.)


Pemerintahan

Bupati Agam Instruksikan untuk Memastikan Ketersediaan Beras di Rumah Masyarakat Kurang Mampu

AGAM (SumbarFokus)

Bupati Agam, Sumatera Barat (Sumbar), Indra Catri menegaskan bahwa dalam kondisi saat ini yang perlu dipastikan terlebih dulu adalah tersedianya beras yang cukup dirumah-rumah sebagian besar masyarakat kurang mampu. Apa yang bisa dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab), itu terlebih dahulu dilakukan.

“Kita harus bergegas agar penyebaran dan dampak pandemi COVID-19 bisa cepat diatasi. Apa yang bisa dilakukan, disegerakan tanpa harus menunggu yang lain rampung sempurna. Pastikan masyarakat sehat, dan bagi yang terpapar pastikan tertangani secara benar sesuai dengan protokol kesehatan. Setelah itu baru dicarikan solusi masalah lainnya sesuai dengan urgensinya tanpa harus keluar dari koridor hukum yang berlaku,” ungkap Indra Catri, Minggu (5/4/2020).

Bupati mengimbau, jangan ada upaya-upaya memprovokasi hal-hal buruk pada masyarakat, hanya akan memecah belah persatuan di saat yang justeru membutuhkan persatuan makin erat seperti sekarang ini.


“Tolong edukasi masyarakat awam, supaya tidak bingung dan terprovokasi menerimanya.  Kalau tidak, bisa hancur imunitas sosial dan individual kita dibuatnya,” kata Bupati.

Terkait dengan pembagian sembako, Bupati menegaskan bahwa pihaknya bukannya terlalu cepat untuk membagikan. Tindakan yang quick response justru sangat diperlukan saat ini.

Mengacu ke Surat Edaran Gubernur Sumbar 28 Maret 2020, pada hari Rabu (1/4/2020) sudah mulai disalurkan bantuan beras kepada masyarakat. Basisnya adalah masyarakat yang tercatat dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kabupaten Agam Tahun 2019.

“Kita terpaksa memakai data lama karena updating data dijadualkan akan selesai dilakukan pada bulan Juli,” sebutnya.

Dirinya sadar, dengan demikian akan terjadi gejolak di tengah masyarakat, terutama bagi yang tidak tercatat pada DTKS namun terkena dampak ekonomi langsung dari pendemi COVID-19.

“Karenanya kita carikan skema lain untuk membantu mereka. Caranya dengan menyalurkan bantuan langsung berupa beras dan bahan makanan lainnya. Persoalannya data pendukung yang lengkap dan akurat belum tersedia sehingga pihak Gugus Tugas Kecamatan dan Nagari tidak dapat segera menyalurkan bantuan. Karenanya kita tunda dulu beberapa hari kedepan tanpa harus menunda bantuan terhadap masyarakat yang tercatat dalam DTKS  yang sudah jelas basis datanya,” jelas Indra Catri.

Kita Peduli!

Walijorong atau walinagari, dikatakan, perlu proaktif dalam hal ini, untuk mengetahui kondisi warga mereka. Masyarakat juga perlu melaporkan diri mereka.  

Selanjutnya Walinagari akan melakukan verifikasi dan ditetapkan bahwa yang dapat menerima bantuan dimaksud antara lain adalah mereka yang kehilangan penghasilan atau menerima upah harian serta mempunyai pekerjaan harian satu jenis selain PNS/TNI/Polri/Karyawan BUMD/BUMN serta penerima program sembako. Warga yang memenuhi kriteria selanjutnya diajukan walinagari ke Dinas Sosial Kabupaten Agam, dan seterusnya Dinas sosial akan menyalurkan bantuan beras sesuai ketentuan.

Ditambahkan oleh Indra Catri, sesuai dengan tupoksi Gugus Tugas Nagari, pihak walinagari bersama-sama dengan jorong dan timnya diharapkan agar lebih proaktif menjaring warga mereka yang berhak mendapatkan bantuan. Ini mungkin akan memakan sedikit waktu namun bersabarlah. Pihak Nagari juga diharapkan agar lebih aktif menjaring bantuan dari banyak sumber termasuk para perantau.

“Kita juga sangat terbantu dan berterimakasih karena kenyataannya pada beberapa tempat mereka yang terpapar tiba-tiba kehilangan sumber pendapatan juga sudah ada yang menerima bantuan dari tetangga, pengurus masjid, para donatur, LSM, dan sanak saudara mereka,” sebut Indra Catri.

Bupati menegaskan imbauan, untuk saling bahu-membahu dalam menghadapi kondisi sulit ini.

“Bukan saling menghujat dan melemahkan. Para tokoh hendaknya ambil bagian secara lebih aktif lagi mencarikan solusi, sebagai penyejuk di tengah masyarat. Niniak Mamak diharapkan lebih aktif lagi mengayomi, melindungi, dan mendamping anak kamanakannya dalam menghadapi kondisi sulit saat ini.  Yakinlah kalau kita disiplin kondisi ini akan segera berlalu. Jangan sampai terjadi hendaknya apa dikhawatirkan oleh nenek moyang kita niniak mamak basilengah, anak kamanakan basiarak jo baserak. Lain padang lain bilalang, lain nagari lain penanganannya,” tuturnya. (007)

 

 

 

Editor :  -

COPYRIGHT © SUMBARFOKUS 2018




      agam