Suasana HJ Learning Forum di Padang, menghantarkan pengetahuan terkait manajemen dan kekinian di bidang medis dan klinik, baru-baru ini. (Foto: Rahmat Denas)


Ekonomi

Bukan Hanya Penanganan Medis, Para Dokter Juga Harus Menguasai Manajemen Klinik

PADANG (SumbarFokus)

Tidak hanya harus fasih dalam melakukan tindakan medis, para dokter juga dituntut untuk tidak gagap manajemen klinik. Oleh karena itu, para dokter perlu dibekali kemampuan manajemen klinik agar mampu mengelola klinik. Hal ini ditekankan oleh pembicara utama, dr Aumas Pabuti SpA(K) MARS, dalam Hexpharm Jaya Learning Forum (HJLF) yang digelar PT Hexpharm Jaya (HJ), anak perusahaan PT Kalbe Farma Tbk (Kalbe), dengan mengangkat tema Clinic Management Talk, baru-baru ini di Padang.

“Para dokter perlu dibekali kemampuan manajemen klinik agar mampu mengelola klinik. Selama ini dokter dilatih untuk menangani kasus-kasus klinik tetapi bukan mengelola secara organisasi klinik. Ini merupakan tantangan dokter untuk suskes di era BPJS,”  gagas Aumas Pabuti.

Senada, Group Business Manager PT Hexpharm Jaya Heri Ihwani menyatakan bahwa para dokter perlu memahami masalah pengelolaan klinik.


"Hexpharm Jaya Learning Forum ini dilakukan dengan tujuan agar para dokter dapat memahami manajemen klinik terutama klinik pratama agar dapat mendukung program pemerintah (BPJS)," ujar Heri.

Disebutkan Heri, PT Hexpharm Jaya melaksanakan program edukasi bagi para dokter untuk mendapatkan wawasan dan informasi terbaru mengenai Risk Management Cardiometabolic beserta penatalaksanaan dislipidemia dengan terapi golongan statin.

"Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian dan komitmen Kalbe dalam mening katkan Indonesia yang lebih sehat sesuai dengan misi Kalbe," ujar Heri lagi.

Terkait layanan primer medis, dijelaskan, perkembangannya sedemikian pesat dan sejalan dengan adanya program pemerintah yang dituangkan melalui UU No 24 Tahun 2011 tentang warga negara Indonesia dan warga asing yang sedang berdiam di Indonesia selama minimal enam bulan wajib menjadi anggota BPJS.

Dengan demikian, pada tahun 2019 mendatang, setiap warga Indonesia wajib memiliki BPJS. Oleh karena itu, ketersediaan Faskes I dibutuhkan seiring dengan peningkatan jumlah peserta BPJS.

Terkait hal ini, yang diperhatikan klinik sebagai Faskes I adalah ketersediaan sarana dan prasarana, aspek penanganan yang praktis, cepat dan mumpuni.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala BPJS Kesehatan Sumbar Asyraf Mursaina, yang turut menghadiri kegiatan tersebut, mengatakan bahwa program BPJS Kesehatan mendapat respon yang cukup positif dari masyarakat.

"Hal ini dapat dilihat dari meningkatnya peserta BPJS yang semakin banyak dipenuhi oleh pekerja swasta, sehingga pola pelayanan klinik yang menyajikan layanan waktu antara pagi sampai malam (red-24 jam) merupakan pilihan masa depan peserta BPJS,” ujar Asyraf.

Dijelaskan juga, program BPJS Kesehatan yang telah memasuki tahun ke-empat ini telah memiliki jumlah peserta lebih dari 175 juta warga. Dengan bertambahnya peserta BPJS Kesehatan, diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan yang lebih baik lagi.

Acara yang dihadiri lebih dari 150 orang dokter umum dan spesialis tersebutang digelar Kalbe ini sendiri dihadiri lebih dari 150 dokter umum dan spesial. HJLF menghadirkan pembicara utama dr Aumas Pabuti SpA(K) MARS, yang membahas bagaimana managemen klinik di era BPJS. Selain itu ada juga dr Evi Derma Sastiva MPPM, yang membahas mengenai akreditasi klinik di era BPJS.

HJLF tahun ini merupakan yang ke-tiga kali diselenggarakan, dengan target pelaksanaan di delapan kota yaitu Yogyakarta, Padang, Balikpapan, Denpasar, Semarang, Jambi, Jember, dan Jakarta.

Beberapa narasumber lain dalam HJLF di antaranya Ketua Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia dr Daeng M Faqih dan dr Martinova Sari Panggabean (red-dari Medical Kalbe Group). Forum ini diharapkan dapat menjadi sarana pertemuan dalam berbagi ilmu dan pengalaman mengenai klinik dan pengetahuan medis.

Sekilas tentang PT Hexpharm Jaya
PT Hexpharm Jaya Laboratories berdiri pada tahun 1971. Perusahaan ini secara khusus bergerak dalam bidang pengembangan, produksi, dan pemasaran obat generik. PT Hexpharm Jaya Laboratories berkomitmen mengutamakan mutu obat yang diproduksinya, untuk menjamin efektivitas, stabilitas, dan keamanannya. PT Hexpharm Jaya Laboratories, yang merupakan anak perusahaan PT Kalbe Farma Tbk, masuk dalam 20 perusahaan farmasi terbesar (red-ethical) di Indonesia dan termasuk dalam tiga perusahaan farmasi generik terbesar di Indonesia. (006)

 

Editor :  -

COPYRIGHT © SUMBARFOKUS 2018




      kesehatan