Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit saat menabuh gong menandai dibukanya Kampanye Cerdas Menggunakan Kosmetik pada Generasi Milenial di Padang, Rabu (23/4/2019). (Foto: Wahyu)


Ekonomi

BPOM RI Tingkatkan Pengawasan Penjualan Kosmetik Daring

PADANG (SumbarFokus)

Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia akan meningkatkan pengawasan peredaran kosmetik dan obat tradisional, terutama terkait penjualan yang dilakukan secara daring atau online.

Pernyataan itu disampaikan oleh Deputi II Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik BPOM RI, Maya Agustina Andarini dalam kegiatan Kampanye Cerdas Menggunakan Kosmetik pada Generasi Milenial di Padang, Sumatera Barat (Sumbar), Rabu (23/4/2019).

"Kita terus melakukan pemantauan dibeberapa situs penjualan online, baik melalui e-comerce maupun media sosial, agar peredaran kosmetik dan obat tradisional tidak berizin dapat kita telusuri," ujarnya di hadapan ratusan siswa yang hadir.


Menurut Maya, tidak hanya mengintesifkan pengawasan saja, tapi juga pihaknya mengedukasi masyarakat. Apalagi generasi muda atau milenial, yang lebih aktif dalam menggunakan internet, terutama dalam hal berbelanja secara daring.

Pasalnya, akhir-akhir ini banyak kaum perempuan yang membeli kosmetik secara daring. Sayangnya, ketika membeli produk, masih banyak yang tidak memerhatikan kosmetik yang sehat. Terutama produk kosmetik yang berizin, dan layak pakai.

“Makanya, kita perlu mengedukasi masyarakat terutama generasi millenial, agar tidak berefek ketika dalam pemakaian,” lanjutnya.

Ia menerangkan, kosmetik tidak berizin tidak ada jaminan keamanan atau kesehatannya. Maka generasi millenial sangat disarankan untuk memilih kosmetik yang lebih aman, yakni memiliki izin dari pihak terkait, agar kesehatan lebih terjaga.

Terkait asus peredaran kosmetik yang tidak berizin, selama tahun 2018 pihaknya menemukan delapan kasus secara nasional kosmetik yang tidak memiliki izin edarnya, termasuk di Sumbar. Selain itu, kosmetik yang dimaksud juga terbuat dari bahan yang berbahaya.

"Belanja online boleh saja. Tapi aspek izin mesti diperhatikan, sebab kosmetik ini ada nomor izin dan registrasinya. Maka untuk mengetahuinya, silahkan cek di aplikasi BPOM. Jika ada izin pasti tertera di aplikasi itu," ulasnya.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Gubernur Nasrul Abit mengungkapkan, generasi milenial terutama yang ada di Sumbar agar bisa memahami dan lebih cerdas memilih kosmetik. Salah satunya dengan berhati-hati membeli kosmetik, terutama secara daring, karena banyak yang ilegal.

"Jangan tergiur dengan harga murah. Pilihlah yang ada izinnya, ini untuk menjamin keamanan terutama faktor kesehatan," pesan Ketua Kwarda 03 Gerakan Pramuka Sumbar ini.

Berdasarkan informasi, kampanye cerdas menggunakan kosmetik bagi generasi milleneal ini, sudah dimulai sejak 2018 lalu di 24 Kota seluruh Indonesia, seperti, Bandung, Denpasar, Jakarta, Samarinda dan Padang.

Dalam kegiatan ini turut dilakukan penandatanganan MoU antara Kwarda 03 Gerakan Pramuka Sumbar dengan BBPOM tentang pemberdayaan potensi gerakan pramuka dalam peningkatkan keamanan pangan, obat, obat tradisional dan kosmetik di Sumbar. (005)

Editor :  -

COPYRIGHT © SUMBARFOKUS 2018