Ekonomi

BPJS Ketenagakerjaan Dekati Kelompok Informal untuk Perkuat Sosialisasi

Padang (SumbarFokus)

Tingkat kepesertaan masyarakat Sumatera Barat (Sumbar) dalam program Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan, disebutkan, masih rendah. Untuk itu, BPJS Ketenagakerjaan Cabang Padang berupaya meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat tentang manfaat menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Saat ini, BPJS Ketenagakerjaan Cabang Padang menggencarkan pendekatan kepada kelompok informai.

"Saat ini BPJS Ketenagakerjaan berupaya mendekati kelompok-kelompok, yang paling banyak adalah sektor informal. Sektor informal ini, istilah BPJS-nya bukan penerima upah. Bukan penerima upah ini sangat banyak, seperti pedagang, sopir angkot, tukang ojek,  dan kelompok lain," jelas Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Padang Yuniman Lubis pada SumbarFokus, Selasa (26/3/2019). 

Disebutkan, upaya saat ini yang dilakukan berupa imbauan dan sosialisasi mengenai manfaat keikutsertaan dengan mengedarkan brosur dan menyampaikannya di media massa. 


"Kami yakin bahwa masyarakat belum merasa butuh untuk ikut serta dalam BPJS Ketenagakerjaan karena mereka belum memahami manfaatnya," imbuhnya. 

Yuniman Lubis yakin melalui sosialisasi kepada masyarakat tentang manfaat apa yang diperoleh ketika menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan, masyarakat akan merasa bahwa program BPJS ketenagakerjaan ini sangat dibutuhkan. 

"Kita tidak tahu apa yang akan terjadi ke depannya. Bukan berarti jika kita tidak menjadi peserta, risiko itu tidak akan timbul. Tetapi, yang diantisipasinya adalah akibat ketika risikonya ini terjadi," ujar Yuniman. 

Dicontohkan, ketika peserta BPJS Ketenagakerjaan mengalami kecelakaan kerja, seluruh biaya pengobatan ditanggung oleh BPJS Ketenagakerjaan. 

"Misalkan dampak dari kecelakaan kerja orang tersebut mengalami cacat total sehingga mengakibatkan ia tidak bisa bekerja lagi,  maka BPJS Ketenagakerjaan akan memberikan santunan sebanyak 56 kali tergantung berapa upah yang dilaporkan ke BPJS Ketenagakerjaan," sebutnya. 

Tidak hanya itu,  orang yang mengalami kecelakaan kerja tersebut akan diberi tambahan santunan berkala sebesar Rp4,8 juta.

"BPJS Ketenagakerjaan juga akan memberikan bantuan beasiswa jika ia memiliki anak yang masih usia sekolah yaitu umurnya di bawah 21 tahun," tambahnya. (013)

Editor :  -

COPYRIGHT © SUMBARFOKUS 2018




      gaya-hiduppadang