Kabid Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNN P Sumbar Kusriyanto, bicara mewakili Kepala BNNP Sumbar Brigjen Pol Khasril Arifin, Kamis (19/3/2020). (Foto: Yeyen)


Lain-lain

BNN Sumbar: 80 Persen Pelaku Penyalahgunaan Narkoba adalah Orang yang Sudah Tahu Bahayanya

PADANG (SumbarFokus)

Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) Kusriyanto, mewakili Kepala BNNP Sumbar Brigjen Pol Khasril Arifin, menyampaikan bahwa berdasarkan hasil survey, pelaku 80 persen dari penyalahgunaan narkoba adalah orang yang sudah mengetahui bahaya narkoba itu sendiri.

Ini dikemukakan oleh Kusriyanto pada SumbarFokus di sela kegiatan Diseminasi Informasi melalui Talkshow untuk lingkungan mahasiswa, di Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Padang, Kamis (19/3/2020).

Dikatakan, kelompok mahasiswa merupakan zona yang cukup rawan dalam penyalahgunaan narkoba.


“Kita juga memerlukan komitmen dari masing masing pribadi remaja ini, supaya mereka terbentuk untuk tidak hanya sekedar tau tapi juga komitmen untuk tidak menyalahgunakan. Jadi Kita menyuruh para remaja ini untuk bukan hanya sekedar tau, tapi juga harus berkomitmen untuk tidak menyalah gunakan narkoba," ujarnya.

Kegiatan diseminasi informasi sendiri, disebutkan, merupakan upaya BNNP Sumbar memberiakn pembekalan pada mahasiswa sejalan upaya Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN).

Namun, dikatakan, upaya dari BNN saja tidak cukup. Untuk bisa mengendalikan itu semua, diperlukan keimanan yang kuat, juga pengawasan dari keluarga dan lingkungan masyarakat.

"Kalau iman seorang itu tidak kuat peraturan itu akan gampang dilanggarnya, tapi kalau imannya kuat semua itu akan berjalan mulus," tuturnya.

Terkait kegiatan mahasiswa dia juga mendorong agar setiap acara kampus yang bersifat monumental, diselipkan kegiatan-kegiatan untuk pembinaan mahasiswa terkait wawasan mengenai penyalahgunaan narkoba.

"Kita berharap pembinaan itu dilakukan secara rutin oleh pihak kampus, setidaknya setiap satu semester sekali untuk penguatan, supaya para mahasiswa selalu ingat komitmennya," ujar Kusriyanto.

Kita Peduli!

Kegiatan Talk Show khusus untuk kalangan mahasiswa digelar BNNP Sumbar sebagai bagian dari upaya P4GN di lingkungan mahasiswa demi pemberantasan penyalahgunaan narkoba di lingkungan kampus. (Foto: Fajar)

Dalam kesempatan yang sama, Kasi Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNNP Sumbar Multia Qairanni menyampaikan pada SumbarFokus, kegitan diseminasi informasi untuk mahasiswa ini ditujukan sebagai upaya P4GN di lingkungan masyarakat terutama mahasiswa.

"Mahasiswa harus bisa meningkatkan daya tangkal melalui panca indra tentang bahaya narkoba, supaya tidak terjerumus ke dalamnya," kata Qhairanni.

Disebutkan, kegiatan ini diikuti oleh 75 orang mahasiswa perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) kampus-kampus di Sumbar.

"Dalam tahun 2020 ini BNN Sumbar memang lebih fokus melakukan P4GN kepada generasi milenial, karena generasi ini merupakan sasaran oleh pengedar untuk mencari prospek jangka panjang," ujarnya.

Selain pemahaman mahasiswa, Qairanni menyebutkan, juga diharapkan agar pihak keluarga punya pemahaman yang sama terkait edukasi mengenai penyalahgunaan narkoba.

Beberapa perwakilan mahasiswa dari dari BEM yang berbeda, ketika ditanya SumbarFokus, menyatakan hal senada, yaitu sangat mengapresiasi kegiatan yang digelar BNNP Sumbar ini. Menurut mereka, kegiatan ini membuat mereka menjadi semakin paham mengenai dampak dan bahaya penyalahgunaan narkoba.

Tak hanya itu, mereka menyatakan sangat senang mengikuti kegiatan, terutama dengan hadirnya narasumber dari kalangan milenial yang menyampaikan materi mudah dipamahi serta motivasi yang cukup membakar.

 

Bisa dibentuk UKM Penggiat Anti Penyalahgunaan Narkoba di kampus

Dalam kesempatan itu, Qairanni juga menyampaikan harapan agar kalangan kampus di Kota Padang mau berpartisipasi dalam upaya P4GN, mewujudkan Kampus Bersinar (red-Kampus Bebas Narkoba).

Kasi Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNNP Sumbar Multia Qairanni.  (Foto: Yeyen)

“Kami berharap kampus itu mempunyai aturan terkait upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba atau imbauan-imbauan untuk gak boleh melakukan penyalahgunaan narkoba,” sebut Qairanni.

Bahkan, disarankan, kampus bisa memiliki Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) relawan anti penyalahgunaan narkoba atau penggiat.

“Intinya ikut dalam upaya pencegahannya, dan untuk pemberantasan bisa ikut juga kalau ada indikasi peredaran di kampus mungkin bisa dilaporkan kepihak BNN atau ke polisi boleh,” tambahnya.

Jika semua sudah berpartisipasi, di lingkungan kampus, iklim yang diharapkan yaitu menolak penyalahgunaan narkoba bisa terwujud.

“Jadi kalau semuanya sudah turut berpatisipasi, insyaallah nanti kalau sudah dikepung pengedarnya, mereka akan takut,” imbuhnya.

Potensi penyalahgunaan narkoba dan pengedaran di lingkungan kampus, disebutkan, cukup besar. Jika ada UKM terkait upaya P4GN dibentuk di kampus, koordinasi juga bisa dilakukan dengan pihak BNNP Sumbar.

“Kampus juga bisa menayangkan konten-konten anti penyalahgunaan narkoba di lingkungan kampus, seperti baliho-baliho,” pungkas Qairanni. (005)

 

Video Terkait:


Editor :  -

COPYRIGHT © SUMBARFOKUS 2018