Kepala Perwakilan BKKBN Sumbar Syahruddin, saat memberikan keterangan laju penurunan penduduk di Sumbar usai Rakerda 2019, di Kota Padang, Selasa (12/3/2019). (Foto: Wahyu)


Pemerintahan

BKKBN Sumbar Sukses Tekan Laju Pertumbuhan Penduduk

PADANG (SumbarFokus)

Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sumatera Barat (Sumbar) Syahruddin, menyebutkan perkembangan kinerja program keluarga berencana (KB) selama ini cukup mengembirakan. Pasalnya, pihaknya merasa sukses menekan laju pertumbuhan penduduk di daerah setempat.

BKKBN Sumbar juga mengklaim, telah menurunkan laju pertumbuhan penduduk dari 2,21 persen (tahun 1971-1980) menjadi 1,31 persen (tahun 2010-2016). Sebaliknya, Total Fertility Rate (FTR) dari tahun 1991 sekitar 3,6 persen, yang menunjukkan penurunan yang siginifikan menjadi 2,5 persen pada tahun 2017.

"Laju pertumbunan penduduk di Sumbar mengalami penurunan yang siginifikan, kinerja ini cukup mengembirakan," kata Syahrudiin saat Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) Tahun 2019 Tingkat Sumbar, di Kota Padang, Selasa (12/3/2019).


Menurut Syahruddin, faktor keberhasilan ini tidak terlepas dari penggunaan alat kontrasepsi yang terus meningkat. Misalnya, CPR tahun 2017 telah mencapai 63 persen, serta meningkatnya usia kawin yang sebelumnya 20 tahun, menjadi 22,7 tahun sesuai Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2017.

Sebaliknya, angka kelahiran menurut kelompok umur, atau Age Specific Fertility Rate (ASFR) rentang usia 15-19 tahun, pada 2012 lalu sekitar 26 orang per 1000 perempuan. Kemudian sesuai SDKI 2017 mengalami penurunan menjadi 16 prang per 1000 perempuan.

"Dengan terjadinya penurunan TFR dan ASFR dari tahun ke tahun, saat ini sudah mulai dirasakan dampak positifnya. Salah satunya, adanya bonua demografi mulai tahun 2020 hingga 2035 mendatang," terang Syahruddin.

Dalam pemaparannya, bonus demografi ini ditandai dengan menurunnya angka usia ketergantungan kurang dari 50%. Artinya, penduduk di usia produktif lebih banyak dari pada penduduk di bawah usia 15 tahun dan di atas 64 tahun.

"Kalau wilayah Sumbar, Kota Padang termasuk yang lebih awal akan menikmati bonus demografi mulai tahun 2020, kemudian akan diikuti oleh Kabupaten Dharmasraya," ucapnya.

Berdasarkan hal itu, untuk ke depannya Sumbar dengan dukungan dari berbagai pihak, akan memprioritaskan KB untuk memperpanjang bonus demografi. Upaya ini dapat dilakukan dengan meningkatkan sinergisitas, komitmen, dukungan pemerintah daerah dan mitra kerja dalam pengelolaan serta pelaksanaan program KKBPK.

Kita Peduli!

Terakhir ia menuturkan, Rakerda 2019 bertemakan "Meningkatkan Sinergitas Implementasi Program Kerja Pusat dan Daerah dalam Mewujudkan Penduduk Tumbuh Seimbang dan Keluarga Berkualitas" ini, digelar merancang perencanaan yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas manusia di Indonesia.

"Melalui Rakerda Program KKBPK Tahun 2019 ini, kita berharap seluruh pemangku kepentingan di semua tingkatan wilayah, dan mitra kerja akan bisa bersinergi, berkolaborasi, serta berkomitmen untuk menyukseskan Program KKBPK nantinya," pungkas Syahruddin. (005)

Editor :  -

COPYRIGHT © SUMBARFOKUS 2021