Anggota DPR RI, Nevi Zuairina. (Foto: Ist.)


Lain-lain

Bincang Soal Palestina, Begini Kata Nevi Zuairina

PADANG (SumbarFokus)

Bicara Palestina, dikatakan oleh Anggota DPR RI asal Sumatera Barat (Sumbar), Daerah Pemilihan (Dapil) II, Nevi Zuarina, adalah juga bicara tentang saudara seiman. Disebutkan oleh istri mantan Gubernur Sumbar dua periode,  Prof. Irwan Prayitno, ini bahwa umat Islam di belahan bumi mana saja hendaknya tak tutup mata  terhadap kondisi terkini umat Islam di Palestina, yang saat ini tengah berkonflik hidup dalam suasana perang yang belum juga berkesudahan.

Berikut hasil bincang Tim SumbarFokus, baru-baru ini, dengan perempuan yang juga dikenal sebagai Ibu UKMM Sumbar tersebut:

Harus seberapa peduli kah kita dengan Palestina, Bu?


Nevi: Konstitusi kita sudah menekankan bahwa di dalam pembukaan UUD 1945 dinyatakan bahwa kemerdekaan itu adalah hak segala bangsa. Palestina sampai saat ini masih menjadi negara jajahan oleh zionis Isra’el. Sehingga sebagai warga negara Indonesia yang baik, kita harus mendukung upaya kemerdekaan Negara palestina.

Selain itu, sebagai umat islam yang beriman, tentu kita harus sangat peduli dengan permasalahan palestina. Di sana banyak saudara seiman kita yang masih tertindas dan dizolimi oleh Isra’el laknatullah. Sehingga kita wajib membantu mereka untuk bisa merasakan kedamaian dan ketenangan hidup. Selain itu, ada sejarah Islam yang mengharuskan kita sebagai umat Islam menjaga kemuliaan al quds atau palestina.

Masjidil Aqsa, yang ada di Palestina, merupakan kiblat pertama umat Islam. Kaum muslimin salat menghadap ke Masjid Al Aqsa di Palestina sejak diwajibkannya shalat pada malam Isra’ dan Mi’raj Rasulullah sallallahu ‘alayhi wassalam pada tahun ke-sepuluh kenabian, tepatnya tiga tahun sebelum peristiwa hijrah Rasulullah. Perintah menghadap Masjidil Haram dalam salat baru datang enam belas bulan setelah Rasulullah melakukan hijrah, ketika turun firman Alah, Surah Alqarah atay 150,  yang berbunyi Dan dari mana saja kamu (keluar), maka palingkanlah wajahmu ke arah Masjidil Haram. dan dimana saja kamu (sekalian) berada, maka palingkanlah wajahmu ke arahnya.

Tentang Masjid Al Aqsa pernah jadi tempat persinggahan Isra’ dan Mi’raj, itu bagaimana Bu?

Nevi: Ini juga alasan kita wajib peduli. Masjid Al Aqsa juga merupakan tempat persinggahan Isra’ dan Mi’raj. Rasulullah melakukan Isra’ dari Masjidil Haram ke Masjid Al-Aqsa dan Mi’raj dari Masjid Al Aqsa menuju  langit ke-tujuh dan sidratulmuntaha. Masjid Al Aqsha adalah terminal akhir perjalanan Isra’ sekaligus tempat bertolak melakukan Mi’raj. Allah memberitakan tempat akhir Isra’ dan permulaan Mi’raj ini dalam firman-Nya, di Surah Al Israa’; ayat 1, yang artinya Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidilharam ke MasjidAl-Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya.

Dalam ayat tersebut Allah tidak menggambarkan Masjidil Haram dengan satu sifatpun, namun Dia menyifati Masjid Al Aqsa dengan keberkahan yang ada di sekelilingnya. Jika di sekeliling Masjid Al-Aqsa diberkahi, maka bisa dibayangkan bagaimana keberkahan yang Allah turunkan kepada Masjid Al Aqsa.

Kita Peduli!

Masjid Al Aqsa sebagai tempat persinggahan Rasulullah ketika melakukan Isra’ dan Mi’raj tentu memiliki keutamaan tersendiri. Bukan kebetulan Masjid Al-Aqsa sebagai tempat persinggahan. Jika saja Al-Aqsa bukan tempat khusus yang dituju, maka perjalanan bisa dilakukan dari Mekah langsung menuju ke langit. Persinggahan di Masjid Al Aqsa menyimpan isyarat dan hikmah tersendiri.

Palestina juga merupakan kota agung ke-tiga dalam Islam. Kota pertama yang diagungkan dalam Islam adalah Mekah lantaran di sana ada Masjidil Haram, kemudian Madinah lantaran Masjid Nabawi-nya, dan ketiga Al Quds yang dimuliakan karena Masjid Al Aqsa. Al Quds sebagai wilayah yang ada di sekeliling Masjid Al Aqsa adalah tempat yang diberkahi Allah.

Riwayat sejarah apa yg membuat kita harus mati-matian bela Palestina, Bu ?

Nevi: Palestina dan Mesir menjadi pihak yang mengakui paling awal kemerdekaan Indonesia pada tahun 1945. Sehingga Indonesia mendapatkan daulatnya sebagai sebuah negara yang merdeka. Saat ini Palestina masih menghadapi permasalahan panjang yang sangat kompleks dan serius serta membutuhkan pertolongan internasional. Tentu Indonesia harus memiliki peran aktif dalam menolong rakyat palestina. Sebagai Negara yang beradab, pantang bagi Indonesia untuk meninggalkan kawan yang pernah membantunya dalam kesulitan.

Kenapa Ibu peduli dengan Palestina, sebagai seorang anggota dewan perempuan. Apakah tidak cukup seorang anggota dewan hanya peduli dengan masyarakat lokal atau nasional saja?

Nevi: Seperti yang saya sampaikan tadi, bahwa konstitusi mengamanahkan kita untuk berperan aktif mewujudkan kemerdekaan kepada setiap bangsa. Selain itu seruan agama agar kita juga membantu krisis yang terjadi kepada saudara seiman kita. Namun bukan berarti kita abai terhadap permasalahan yang ada di sekitar kita. Jadi kita pasti akan selalu bekerja dan hadir terhadap permasalahan masyarakat kita. Sehingga semua mendapatkan hak nya.

Apa yg bisa kita lakukan dalam hal ini, menurut Ibu?

Nevi: Setiap orang bisa memiliki peran nya masing dalam membantu perjuangan dan perlawanan rakyat palestina. Masyarakat biasa bisa dengan melakukan penggalangan dana untuk membantu meringankan rakyat palestina. Karena krisis yang diakibatkan oleh penjajah zionis Isra’el laknatullah menyebabkan ekonomi tersendat, terganggunya ketersediaan pangan, krisis kesehatan, dan lainnya. Sehingga melalui lembaga-lembaga penyalur bantuan, kita bisa membantu mengirimkan makanan dan hal yang dibutuhkan mereka.

Selain itu, para pejabat dengan wewenangnya bisa melakukan diplomasi-diplomasi untuk memberikan tekanan kepada dunia internasional agar bisa mendesak Israel menghentikan kezholiman yang terus dilakukannya. Saya bersama fraksi PKS tentu mendesak kepada presiden jokowi agar berperan aktif dalam membantu perjuangan rakyat Palestina. Dan minimal nya setiap orang bisa memberikan doa terbaik untuk kebaikan dan perjuangan rakyat Palestina. (003)

Editor :  -

COPYRIGHT © SUMBARFOKUS 2021




      palestinasumbar