Ratusan siswa kelas X dan XI SMAN 5 Padang unjuk rasa ke DPRD Sumbar, di Padang, Senin (12/3/2019). (Foto: Wahyu)


Pendidikan

Berbuntut Panjang, DPRD Sumbar akan Panggil Kepala SMAN 5 Padang

PADANG (SumbarFokus)

Aksi mogok belajar yang dilakukan siswa SMAN 5 Padang, Sumatera Barat (Sumbar) pada Senin (11/3/2019) lalu berbuntut panjang. Pasalnya, kurang puas dengan aksi demo di sekolah, ratusan siswa melanjutkan aksinya ke DPRD Sumbar.

Inti dari aspirasi ratusan siswa SMAN 5 Padang itu, yakni meminta DPRD Sumbar untuk menjambatani ke Dinas Pendidikan setempat, untuk mengganti kepala sekolahnya yang bernama Yenni Putri, yang dinilai telah merusak citra sekolah.

"Kami mohon pihak DPRD Sumbar sebagai wakil rakyat, bisa menjembatani ke dinas pendidikan agar kepala sekolah SMAN 5 Padang saat ini diganti segera," sebut salah seorang siswa, Fiqi Nugraha saat membacakan tuntutan mereka, di Gedung DPRD Sumbar, Selasa (12/3/2019).

Iklan Dalam Berita

Dalam aksi penyampaian aspirasi itu, ratusan siswa itu juga ditemani guru kesenian SMAN 5 Padang, Elidarti yang mengaku telah diancam oleh suami kepala sekolah yang bersangkutan, pada saat aksi mogok belajar yang dilakukan oleh siswa.

"Kemarin saya sempat diancam oleh suami yang bersangkutan, karena tuduhan saya dalang atau memprovokasi siswa mogok belajar. Padahal siswa beraksi bukan karena saya, tapi mereka sudah merasa tidak nyaman lagi belajar," terang Elidarti ini kepada SumbarFokus di tempat yang sama.

Menanggapi hal itu, Ketua Komisi V DPRD Sumbar, Hidayat menyambut baik aspirasi siswa dan guru tersebut. Respon atas aspirasi itu, pihaknya akan memanggil kepala sekolah SMAN 5 Padang tersebut, sekaligus mengundang Dinas Pendidikan Sumbar untuk mendengarkan informasi pembanding.

"Kami tentu menyambut baik aspirasi siswa-siswa ini. Mudah-mudahan, Kamis besok kami panggil kepala sekolah dan dinas pendidikan, agar bisa menentukan keputusan yang lebih bijak sesuai aturan berlaku," jelas Hidayat.

Sebelumnya, aksi mogok belajar yang dilakukan siswa kelas X dan XI SMAN Padang, seusai melaksanakan upacara bendera sekitar pukul 08.00 WIB. Aksi tersebut dimulai dengan pembagian poster, yang berisi agar kepala  sekolah bernama Yenni Putri mundur dari jabatannya.

Tuntutan itu dilakukan siswa, terkait tuduhan bahwa kepala sekolah yang menjabat sejak 2016 itu, dinilai tidak transparan, terutama terkait uang komite sekolah. Kemudian, yang bersangkutan juga dinilai sering mengadu domba dan melakukan intimidasi antarguru, sehingga suasana sekolah kurang kondusif.

Menanggapi segala tuduhan itu, Kepala Sekolah SMAN 5 Padang, Yenni Fitri ini menegaskan semua itu tidak benar. Bahkan ia mengaku selama ini tidak pernah melakukan manipulasi atau tidak korupsi, apalagi melakukan penyelewengan uang komite.

"Terkait uang komite, kepala sekolah tidak punya wewenang, dan sejak Juli-Desember 2018 tidak ada lagi pemungutan uang komite. Tapi saya selalu mensupport kegiatan siswa, bahkan kadang dengan uang pribadi. Jadi terkait tuntutan siswa, biarlah nanti diklarifikasi dinas pendidikan," terang Yenni. (005)

Editor :  -

COPYRIGHT © SUMBARFOKUS 2018




Ada 115 Komentar untuk Berita Ini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *