Suasana alam di Pasie Laweh, Agam. (Foto: Ist.)


Lain-lain

Berbasis Kaum, Pasie Laweh Kelola Dana Desa dan Lakukan Penanganan COVID-19

AGAM (SumbarFokus)

Seratus orang ninik mamak di Nagari Pasie Laweh Kecamatan Palupuh Agam selalu terlibat dalam apa saja aktifitas pemerintahan nagari. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua KAN Eri Dt Perpatih Nan Sabatang, saat membuka kegiatan Penilaian Kompetensi dan Transparansi Dana Desa, Senin (23/11/2020), di Aula Kantor Wali Nagari Pasie Laweh, Agam, Sumatera Barat (Sumbar).

"Tidak sulit kalau kita transparan, apa saja kegiatan pemerintahan nagari baik kerja maupun membagi bantuan, kami tidak pernah kisruh karena berbasiskan kaum dengan baiyo batido dengan ninik mamak di kaum yang ada di Pasie Laweh ini," sebutnya.

Ketua Tim Penilai Komptensi dan Transparansi Dana Desa (TPKTDD) Sumbar 2020 Syafrizal, diwakili Azwar, mengatakan tak salah PMD Agam menngutus Pasie Laweh ikut penilaian transparansi dana desa tahun 2020.


"Banyak yang dilakukan di nagari ini termasuk mengelola nagari berbasiskan ninik mamak kaum," ujarnya.

Sementara, Wakil Ketua Komisi Informasi Sumbar yang masuk TPKTDD Sumbar 2020 Adrian Tuswandi mengakui ada semangat keterbukaan informasi publik di Pasie Laweh ini.

"Turun dari mobil lihat pajangan dana dan program, terus ada ruang pusat data dan informasi di sini. Aura keterbukaan itu sudah terlihat dari performance Kantor Walinagari ini," ujar Adrian.

Apalagi, ditambahkan, ada penanganan COVID-19 yang sangat transparan, mulai penanganan hinggga pembagian bantuan kepada masyarkat yang terdampak covid-19. Nagari Pasie Laweh ini ternyata di masa pandemi lebih dulu tageh di bandingkan nagari tageh yang ada saat ini di Sumbar.

"Sangat terbuka sekali, Pak. Semua yang menerima bantuan terdampak COVID-19. itu dimusyawarahkan dengan ninik mamak, karena yang tahu anak kemenakan berhak menerima bantuan itu, pastilah ninik mamak kaum masing-masing," terang Dt Perpatih Nan Sabatang.

Bahkan dikatakan, Nagari Pasie Laweh ini sudah tageh lebih dulu dari nagari tageh di masa pandemi COVID-19.

Kita Peduli!

"Memutus mata rantai virus korona maka setiap kaum memiliki rumah isolasi sendiri, pemerintahan nagari hanya memastikan dan mengawasi serta memberikan supor terhadap masyarakat yang isolasi karena COVID-19," tambahnya.

Sementara, Rusdi Lubis, Pamong Senior Sumbar, yang memandu penilaian oleh TPKTDD Sumbar 2020 mengatakan bahwa paparan nagari Pasie Laweh yang detil dan renyah.

"Dari penyampaian Ketua KAN dan Sekretaris Nagari Pasie Laweh tidak ada keraguan saya tentang transparansi dana desa  termasuk terbukanya nagari ini soal penanganan COVID-19 di sini," ujar Rusdi Lubis.

Mantan Sekdaprov Sumbar ini mengatakan inovasi pembagian bantuan terdampak COVID-19 berbasiskan kaum.

"Kalau sudah di ninik mamak, musyawarahnya tentu tidak ada yang menyanggah kenapa dia tak dapat bantuan, ini bagian inovasi kultural yang dilakukan nagari Pasie Laweh ini," ujar Rusdi Lubis.

Tiga anggota tim penilai yang hadir saat itu, Basril Basyar, Gusfen Khairul, dan Adrian Tuswandi, juga mengakui bahwa Pasie Laweh memiliki sesuatu yang berbeda, yakni perpaduan antara kearifan lokal dengan teknologi informasi.

"Ini nagari model yang mampu memanfaatkan media sosial. Hal positif yang mampu memviralkan 20 destinasi wisata di nagari ini," ujar Basril Basyar.

Sementara, Gusfen Khairul menilai, ada pendekatan kultural dan sarat nilai kearifan lokal.

“Meski ada aplikasi informasi teknologi tapi di Pasie Laweh bisa memadukannya sehingga roh transparansi di sini kuat dengan partisipatif warganya," katanya. (000)

Editor :  -

COPYRIGHT © SUMBARFOKUS 2020




      agamsumbar