Ketua TP-PKK Sumbar Ny Nevi Zuairina saat memberikan sambutan dalam Orientasi Tim Penggerak PKK  Nagari/Kelurahan Tingkat Provinsi Sumbar, di Padang, Rabu (7/11/2018). (Foto: Wahyu)


Pendidikan

Berantas LGBT, Wagub Sumbar Ajak TP PKK Monitor Perilaku Anak

PADANG (SumbarFokus)

Perilaku menyimpang dengan berbagai bentuk penyakit masyarakat (pekat), seperti Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT), narkoba, tawuran, seks bebas, dan berbagai perilaku negatif lainnya semakin marak di tengah masyarakat Sumatera Barat (Sumbar).

Menyikapi maraknya pekat tersebut Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit mengajak seluruh orangtua, dan anggota Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) untuk mengawasi atau memonitor perilaku negatif generasi muda. Terutama bagi anak-anak remaja usia sekolah, baik pendidikan menengah, atas, maupun perguruan tinggi.

"Pekat ini menyasar remaja usia 15 hingga 18 tahun, khusus pelaku LGBT mayoritas ini dari usia 15 hingga 25 tahun. Mari orangtua terutama Tim Penggerak PKK, jaga dan awasi anaknya masing-masing, jangan lengah,” ujar Nasrul saat membuka kegiatan Orientasi Tim Penggerak PKK  Nagari/Kelurahan Tingkat Provinsi Sumbar, di Padang, Rabu (7/11/2018).


Nasrul Abit menegaskan, Pekat ini sangat meresahkan masyarakat sekaligus kekhawatiran bagi kelangsungan hidup generasi muda masa mendatang. Sebab perilaku negatif dan tidak senonoh ini semakin marak dan terang-terangan di tengah kehidupan masyarakat.

“Seperti perilaku LGBT, itu perbuatan merupakan lebih dari zina. Kalau di kampung dulu ada dikenal dengan sebutan poyok, kalau di kota dikenal dengan PSK. Tapi mereka bangga menjadikan itu sebagai profesi. Nah ini sangat mengenaskan,” katanya.

Upaya menangani masalah ini kata dia, dalam waktu dekat akan mengadakan rapat dengan pihak perguruan tinggi, sekolah, dinas pendidikan, TNI, Polri, serta Forkopimda terkait. Tujuannya untuk membahas Peraturan Nagari (Pernag) bagi pelaku Pekat terutama LGBT.

Dikatakan, Pernag ini nantinya akan dikeluarkan oleh perangkat nagari (desa) yang diakui dan dilaksanakan oleh lapisan masyarakat di nagari setempat. Masing-masing nagari juga bisa membuat peraturan yang berbeda sesuai kesepakatan hasil musyawarah dengan pihak yang mengambil kebijakan di nagari yang bersangkutan.

"Pelaku Pekat termasuk LGBT ini bisa diberikan sanksi yang berakar dari adat dan budaya setempat. Misalnya dengan mengarak pelaku keliling kampung, denda dengan semen, atau denda secara materi lainnya untuk memberikan efek jera," papar Nasrul.

Nasrul Abit juga menilai peran Tim Penggerak PKK di setiap nagari sangat penting dalam memerangi Pekat ini. Terutama terkait mensosialisasikan bahaya perilaku menyimpang seperti LGBT kepada masyarakat dan generasi muda di masing-masing nagari.

Kita Peduli!

Menurutnya, pemerintah daerah dan TP PKK Provinsi juga berkewajiban dalam memberikan orientasi kepada kader PKK di setiap nagari atau kelurahan. Tujuannya tentu selain memberikan pemahaman yang lebih komprehensif terkait pekat dan LGBT, juga sebagai perpanjangan tangan pemerintah untuk edukasi bahaya LGBT ini.

“TP PKK termasuk ujung tombak dalam mensosialisaikan bahaya LGBT ini karena bersentuhan langsung dengan masyarakat bawah yang ada di nagari. Maka kita sarankan kepada masyarakat agar memonitor perilaku anaknya,” pesan Nasrul.

Sementara Ketua TP-PKK Sumbar Ny Nevi Zuairina juga turut prihatin atas maraknya Pekat terutama LGBT di tengah-tengah masyarakat Sumbar akhir-akhir ini. Ia menyebutkan, ancaman perilaku LGBT ini tidak hanya berada di perkotaan tetapi juga telah merambah hingga tingkat nagari.

Menurut Nevi, Tim Penggerak PKK turut berkewajiban untuk memberikan pengetahuan atau edukasi bahaya LGBT. Salah satunya mengajak orangtua dan masyarakat di setiap nagari untuk peduli membentengi generasi muda. Upaya ini dengan cara memonitor perilaku, kegiatan, dan pergaulan anaknya masing-masing.

“Tentu dalam hal ini PKK di setiap nagari harus jeli melihat kondisi generasi muda, dengan mengawasi atau memonitor perilakunya di lingkungan masyarakat. Jangan biarkan masa depan anak kita larut atau rusak oleh LGBT ini,” tegasnya. (005)

Editor :  -

COPYRIGHT © SUMBARFOKUS 2021