Kepala BBPOM Padang Martin Suhendri menunjukkan barang bukti obat ilegal di Kota Padang, Jumat (28/6/2109). (Foto: Wahyu)


Hukum

BBPOM Padang Sita Obat Ilegal Senilai Rp510 Juta

PADANG (SumbarFokus)

Keberadaan obat palsu atau tanpa izin kembali meresahkan. Hal itu terungkap saat Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Padang melakukan pengawasan ke beberapa tempat di Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar).

Salah satu lokasi pengawasan obat ilegal ini ditemukan di Kecamatan Padang Selatan, yang diduga tempat sarana distribusi pbat psikotropika tanpa izin. Dalam proses penindakan, pemilik tertangkap tangan menerima kiriman paket berisikan obat psikotropika palsu.

"Kamis (27/6/2019) kemarin, Kami dengan BPOM RI dan Polda melakukan penindakan di salah satu rumah pelaku, dan menemukan ratusan ribu butir obat palsu," ungkap Kepala BBPOM Padang Martin Suhendri, Jumat (28/6/2019).


Dinyatakan, pihaknya juga menemukan obat keras. Berdasarkan pengakuan pelaku, obat-obat itu akan diedarkan kepada konsumen dan pembeli wilayah Sumbar. Modusnya, pelaku menjual atau mendistribusikan obat ilegal itu menggunakan jasa pengiriman, atau Cash on Delivery (COD).

Ketika melakukan penindakan di lokasi tersebut, BBPOM Padang herhasil menyita obat psikotropika palsu dan tanpa izin edar sebanyak 170.700 butir tablet, obat keras sebanyak 4.905 dus, dan obat lainnya 8.880 butir tablet, dengan kisaran nilai total mencapai Rp510 juta.

Menurutnya, kegiatan distribusi obat psikotropika dan obat keras ini secara ilegal termasuk tindak pidana kejahatan, kemanusiaan. Maka satu orang pelaku atau pemilik saat ini telah ditetapkan sebagai calon tersangka. Sebab kasus ini masih dilakukan proses pengembangan dengan koordinasi pihak yang berwenang.

"Kasus ini diancam UU RI No.5 Tahun 1997 tentang psikotropika, UU RI No.8 Tahun 1999 tentang perlindungan konsumen, dan UU No.36 Tahun 2009 tentang kesehatan, dengan hukuman maksimal 15 tahun penjara, serta denda maksimal Rp1,5 miliar," tegasnya. (005)

Editor :  -

COPYRIGHT © SUMBARFOKUS 2018