3 memberi gelar mereka yang berjuang tetapi tak beruntung tersebut dengan nama Pejuang Nafkah. Komunitas ini mengumpulkan donasi dari warga dan membeli habis semua barang dagangan mereka yang kurang beruntung. (Foto: Ist.)


Gaya Hidup

Bantu Pedagang yang Tidak Laris Jualannya, Komunitas S3 Borong Dagangan

BUKITTINGGI (SumbarFokus)

Membantu sesama yang terlihat kurang beruntung bisa dilakukan dengan berbagai cara, misalnya dengan memborong habis dagangan para penjual lansia. Ini dilakukan oleh Komunitas Sedekah Seribu Sehari (S3) wilayah Bukittinggi Agam, dalam membantu pedagang kurang beruntung yang diberi nama Pejuang Nafkah.  Ini dilakukan selama Ramadan tahun ini dengan pembiayaan dari donasi pewakaf.

Dijelaskan oleh Koordinator S3 Bukittinggi Agam Memei (30), ia bersama anggota lainnya saat ini membantu pedagang lansia yang banyak berjualan di Bukittinggi tetapi tidak laris terjual.

"Selain berbagi takjil gratis, kita membantu melariskan dagangan pedagang yang tidak terjual, kasihan mereka pejuang nafkah ini telah keluar modal dan bekerja keras berkeliling," katanya di Bukittinggi, baru-baru ini.


Menurut Memei, informasi para pedagang yang kurang beruntung yang barang dagangannya tak terjual bisa didapatkan dengan mudah dari media sosial.

"Beberapa hari ini kita melariskan dagangan pedagang jeruk nipis di Belakang Balok, pedagang Air Kelapa dan Air Tawar di depan RSUD," ungkapnya.

S3 memberi gelar mereka yang berjuang tetapi tak beruntung tersebut dengan nama Pejuang Nafkah. Komunitas ini mengumpulkan donasi dari warga dan membeli habis semua barang dagangan mereka yang kurang beruntung.

Komunitas S3 Bukittinggi Agam hanya terdiri dari tiga orang namun memiliki ratusan donatur yang tak tersebutkan namanya. S3 Bukittinggi Agam berdiri sejak 2018 dan telah berperan aktif di berbagai permasalahan sosial masyarakat. Di Kota Bukittinggi dan Kabupaten Agam, S3 sangat dikenal karena selalu membawa rejeki dan bantuan kepada siapapun yang terkena musibah. S3 membantu mulai dari anak yatim, warga terkena bencana, panti jompo dan warga miskin.

"Kita tanyakan kepada pedagang berapa penghasilannya jika dagangan habis kemudian dibayarkan lebih sebagai rejeki tambahan untuk keluarganya," kata Memei.

Pada tahun 2019, komunitas ini berhasil memberangkatkan umrah seorang pedagang buah tradisional yang sempat viral karena membeli obat dengan uang mainan. (002)

Kita Peduli!

Editor :  -

COPYRIGHT © SUMBARFOKUS 2020