Tim dari BPBD Padang mengevakuasi warga menggunakan perahu karet saat terjadi banjir, Rabu (8/7/2020). (Foto: Ist.)


Bencana

Banjir di Padang, Warga Dievakuasi dengan Perahu Karet

PADANG (SumbarFokus)

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar), Barlius menyampaikan, hujan deras mengakibatkan banjir sehingga menutup akses jalan masyarakat, seperti di kawasan Alai menuju Gunung Pangilun yang harus ditutup karena banjir.

“Beberapa warga kita evakuasi menggunakan perahu karet karena banjir yang cukup tinggi,” ungkapnya, Rabu (8/7/2020).

Disebutkan, seluruh tim bekerja memberikan bantuan kepada masyarakat dan pihak terkait.


“Kawasan yang paling parah memang di kawasan Alai, Tabing Banda Gadang ada delapan rumah yang digenangi air, kawasan simpang Lapai ketinggian air mencapai 50 sentimeter,” kata Barlius.

Seperti dialami oleh salah seorang warga, Vivi (36),ketika memasuki wilayah Siteba di sore hari, di gang-gang perumahan bahkan air sudah mencapai lutut orang dewasa. Vivi yang saat itu mengendarai mobil merasa sangat khawatir jika mobil mati mendadak di jalan karena tingginya banjir yang terjadi.

Berdasarkan pantauan di sore hari, banyak kendaraan yang mengalami mati mesin di jalan karena tingginya air yang harus dilalui.

Warga lain, Shiddiq (16), mengaku harus terkurung di sekolahnya di Man 2 Padang karena tidak berani menghadang banjir di daerah Gunung Pangilun.

“Saya takut mesin motor mati,” sebutnya.

Warga lain, Adril Mahaputra mengatakan akibat banjir tersebut dirinya harus mencari jalan alternatif lain agar tidak terjebak banjir yang cukup tinggi. Awalnya ia berada di kawasan Tunggul Hitam dan berkendara menuju RS Ibnu Sina di kawasan Gunung Pangilun Kecamatan Padang Utara.

Kita Peduli!

“Saya ingin menjemput istri namun tertahan hujan di Simpang Tunggul hitam sejak pukul 15.00 WIB hingga 18.00 WIB karena hujan sangat deras,” sebutnya.

Kemudian dirinya menempuh hujan menuju kawasan Lapai, ternyata banjir cukup tinggi dan tidak dapat ditempuh sepeda motornya. Setelah itu dirinya berbalik arah menuju jalan Khatib Sulaiman yang juga kebanjiran hingga menuju pasar Alai Kecamatan Padang Utara.

“Saya masih menunggu banjir surut sehingga dapat dilalui kendaraan kembali,” ungkapnya.

Kemudian Eriek (25), mengaku air bahkan masuk ke ruangan di kantornya di Andalas, sebuah kantor media di Kota Padang, mencapai ketinggian  sekitar 20 cm, yang tidak pernah terjadi sebelumnya.

“Selama di sini, selebat apapun hujan, tidak pernah kejadian air masuk ruangan kantor sampai menggenang begini. Baru kali ini terjadi yang seperti ini,” sebut Eriek. (002/003)



 

 

Editor :  -

COPYRIGHT © SUMBARFOKUS 2018