Tim MRI-ACT Bengkulu menyiapkan makanan cepat saji di Dapur Umum untuk membantu korban banjir dan longsor di Bengkulu. (Ist)


Bencana

Banjir Bengkulu, MRI-ACT Dirikan Lima Posko Kemanusiaan dan Dapur Umum

BENGKULU (SumbarFokus)

Tim Masyarakat Relawan Indonesia-Aksi Cepat Tanggap (MRI-ACT) mendirikan lima posko kemanusiaan dan dapur umum, untuk meringankan beban korban banjir di Provinsi Bengkulu.

Informasi ini disampaikan oleh Relawan MRI Bengkulu, Apra Julianda Poetra melalui ACT Sumbar, bahwa Posko Kemanusiaan dan Dapur Umum tersebut, untuk memaksimalkan pendistribusian makanan siap saji, logistik, dan kebutuhan pokok untuk pengungsi.

“Posko Kemanusiaan dan Dapur Umum didirikan Tim MRI-ACT Bengkulu untuk membantu dan memudahkan pendistribusian bantuan, korban banjir yang mengungsi,” jelas Apra, Senin (29/4/2019).


Posko Kemanusiaan dan Dapur Umum tersebut, tersebar di lima titik yang cukup besar terdampak banjir maupun longsor. Diantaranya, di wilayah Tanjung Jaya RT.003, Sido Dadi RT.005, Tanjung Mas RT.001 dan RT.002, serta Merpati RT.012.

Dalam penjelasannya, banjir besar yang menerjang Bengkulu sejak Jumat (26/4/2019) pekan lalu, menyisakan belasan ribu jiwa warga dalam pengungsian. Data ini sesuai pernyataan Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah, lebih 13 ribu warga Bengkulu terdampak banjir dan longsor.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 12 ribu jiwa kini masih mengungsi. Setidaknya sudah 29 orang yang meninggal dunia, delapan orang masih dinyatakan hilang terbawa arus banjir.

"Pengungsian masih masif. Banjir mulai surut, tapi karena banyaknya pemukiman yang terendam, warga masih memilih untuk mengungsi," ujar Apra.

Sementara sebelumnya, Koordinator Tim Disaster Emergency Response ACT Kusmayadi dari Jakarta menyatakan, timnya telah mengirimkan personel tambahan, dengan terbang langsung menuju lokasi bencana di Bengkulu.

"Dampak banjir Bengkulu cukup masif dengan belasan ribu pengungsi. Maka kami turunkan personel tambahan dari Jakarta untuk memperkuat aksi relawan di lokasi bencana," kata Kusmayadi, Minggu (28/4/2019).

Merangkum data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bengkulu, daerah paling parah terdampak banjir meliputi Kota Bengkulu, Kabupaten Bengkulu Utara, Kabupaten Bengkulu Selatan, Kabupaten Bengkulu Tengah, Kepahiang, Lebong, Kaur dan, Rejanglebong.

Hingga saat ini, bencana banjir maupun longsor di Provinsi Bengkulu telah menyebabkan 184 rumah rusak, empat unit fasilitas sekolah rusak, serta sebanyak 40 titik infrastruktur jalan dan jembatan di 9 kabupaten atau kota yang juga rusak. (005)

Editor :  -

COPYRIGHT © SUMBARFOKUS 2018